You are here

China Agresif Serang Pasar Dunia

Persaingan pasar bebas semakin gencar, agresifnya negara China menyerang pasar-pasar dunia, terutama Indonesia membuat gerah negara-negara lain untuk menyainginya, termasuk Singapura.

Meningkatnya perdagangan bebas Indonesia-China yang diatur dalam kesepakatan kedua negara dan didukung murahnya berbagai produk dari China, membuat Singapura tertantang sebagai pusat pasar yang paling besar dan modern.

Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Ali Nasrun mengatakan, sebagai salah satu negara tujuan pasar yang paling besar, menjadikan Indonesia sebagai negara konsumsi terbesar dan menjadi sasaran negara-negara industri dan perdagangan dunia.

Dikatakannya, kerja keras Singapura telah menampakkan hasil berupa perbaikan sistem perdagangan. “Bahkan jika hal ini tidak disikapi China dengan meningkatkan kualitasnya lambat laun akan menggusur produk-produk elektronik negara tirai bambu ini,” katanya.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Untan Dian Patria menilai hal ini merupakan bagian dari konsekuensi pasar bebas. Menurutnya, jika pemerintah tidak memperbaiki sistem untuk meningkatkan produk-produk andalan Indonesia dengan kuantitas dan kualitas ditambah harga yang bersaing maka akan menjadi pukulan berat masyarakat Indonesia.

“Konsekuensi dari fakta tesebut  harus segera disikapi di antaranya dengan memiliki potensi cukup tinggi adalah dengan tahapan-tahapan yang jelas untuk memperkuat ekonomi rakyat, disamping memperbaiki sistem yang salah,” jelasnya.

Ia meminta agar kendala persaingan segera dituntaskan, terutama sistem korup di Indonesia. Karena di China sendiri benar-benar membersihkan seluruh aparat penegak hukum. Maka, Indonesia kata ia seharusnya belajar dari China dengan memperbaiki insfrastruktur, mendirikan bank pertanian dan bank sampah, serta pembinaan kepada petani dan masyarakat.  

“Jika kesemuanya itu benar-benar dapat diaktualisaikan, optimis Indonesia akan mampu bersaing dalam perdagangan bebas, apalagi produk-produk indonesia sudah memiliki kualitas yang dapat diandalkan, sehingga masuknya China dan Singapura maupun negara lain tidak akan menjadi permasalahan bagi Indonesia,” jelasnya.