Masyarakat asli Gang Mendawai menuangkan ketrampilannya dengan membuat topi caping. Safia, perajin topi caping mengaku dari hasil ketrampilannya ini telah berubah menjadi mata pencaharian.
Masyarakat asli Gang Mendawai menuangkan ketrampilannya dengan membuat topi caping. Safia, perajin topi caping mengaku dari hasil ketrampilannya ini telah berubah menjadi mata pencaharian.
Ketika ditemui, di rumahnya, Senin (22/3) Gang Mendawai 4, bahan baku yang diperlukan untuk pembuatan topi adalah daun mengkuang yang didapatkan dari Sungai Rasau (tembang kacang), dijual secara per ikat dengan harga Rp 12.500, berisi 100 lembar daun mengkuang.
Kata ia, 100 lembar ini bisa dibuat 15 caping dengan harga jual Rp 50.000 sampai Rp 55.000 per kodi yang berisikan 20 caping.
“Tapi karena saya sudah tua, berapa banyak caping yang dibuat langsung dijual oleh petani daun Mengkuang, karena saya tidak kuasa untuk memasarkannya lagi,” katanya.
Keuntungan yang didapatkannya sekitar Rp 15.000 per kodi.
Justru keuntungan berlipat didapatkannya saat musim panen, karena banyak petani yang membeli caping untuk menghindari panas.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
