Guna meringankan beban kerja serta mempermudah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Walikota Pontianak, Sutarmidji berencana akan membentuk Unit pelaksana tugas di masing-masing kecamatan. Hal ini juga menunjang tingkat kelulusan siswa mencapai 96 persen.
Pernyataannya tersebut disampaikan Sutarmidji di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Ketika menerima sejumlah kepala sekolah yang tergabung dalam K3S di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
"Saya meninginkan tingkat kelulusan di atas 96 persen. Saya memandang penting unit pelaksana teknis (UPT) untuk meringankan beban Dinas Pendidikan Kota Pontianak dan mempermudah koordinasi," katanya.
Sutarmidji mengatakan dirinya dan wakil walikota, Paryadi sangat memperhatikan pendidikan. UPT-UPT ini menurutnya diperuntukkan meringankan beban Diknas yang sekarang harus melayani sekitar 4.000 guru. Untuk itulah ke depan, Pemerintah Kota akan membentuk UPT-UPT di setiap kecamatan.
Menurut Sutarmidji, Walikota yang baru saja dilantik 22 Desember 2008 lalu ini mengatkan bidang pendidikan merupakan salah satu program pokoknya. Yang dituangkan dalam visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak periode 2008-2013. Selain pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan, H Sutarmidji bersama Paryadi, S.Hut juga memprogramkan pendidikan dengan biaya murah.
Karena itu dia berharap dukungan dari seluruh elemen dan organisasi apa pun yang bergerak di bidang pendidikan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas anak didik dan pendidikan secara umum. Baik dalam pertemuan formal maupun informal yang membahas masalah pendidikan, Sutarmidji menekankan pentingnya pembangunan kualitas manusia di Kota Pontianak melalui bidang pendidikan
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
