Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. Zulfadhli ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di kawasan perbatasan Indonesia dan Sarawak, Malaysia persisnya di Tanjung Datok, Kabupaten Sambas, telah mendorong dan bersepakat dengan Pemerintah untuk membangun model sekolah satu atap dan berasrama.
“Model ini sangat cocok diterapkan di kawasan perbatasan karena akses untuk menjangkau sekolah di kawasan perbatasan itu cukup sulit dan sangat berjauhan. Model sekolah ini telah diterapkan di Malaysia,” ujar Zulfadhli di Gedung Zamrud, baru-baru ini.
Zulfadhli yang kerap disapa Bang Zul ini mengutarakan, model sekolah satu atap berasrama di kawasan perbatasan ini patut dikembangkan sehingga masyarakat yang ada di perbatasan tidak dinilai sebagai warga kelas dua.
“Ide model sekolah ini sudah disepakati dan kini kita telah rumuskan bersama Pemerintah. Mudah-mudahan, akhir November ini angka di dalam pembahasan APBN 2012 telah keluar. Yang jelas, ada beberapa titik di kawasan perbatasan di Indonesia yang akan dibangun sekolah satu atap dan asrama,” terang Bang Zul.
Kesepakatan bersama itu juga muncul dari rekomendasi Dewan Pendidikan Kalbar di mana pada tahun 2009 telah disurvey sehingga menjadi peta masalah pendidikan. Dari ratusan masalah pendidikan di Kalbar dikerucutkan menjadi tiga: pendidikan karakter, perlunya Perda Pendidikan dan keseimbangan SMK 70:30 persen. Adapun pembangunan sekolah di perbatasan menggunakan sistem setapas.
Mantan Ketua DPRD Kalbar ini menegaskan, APBN sendiri telah memenuhi amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20 persen.
Namun ironisnya, keluh Zulfadhli, ternyata APBD Provinsi Kalbar tidak melaksanakan serta melakukan perintah dari UUD 1945 terkait pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20 persen.
“Semestinya Pemerintah Provinsi dapat mendorong anggaran pendidikan agar dapat mencukupi angka sebesar 20 persen yang diperuntukan bagi daerah-daerah di perbatasan serta daerah yang masih terisolir,” tegasnya. (Yulan Mirza/Borneo Tribune)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
