You are here

PLN Diminta Tidak Lakukan Pemadaman Selama UN

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim, meminta PT. PLN (Persero) Wilayah setempat tidak melakukan pemadaman selama ujian nasional berlangsung, 22 - 26 Maret.

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Kalimantan Barat, Alexius Akim, meminta PT. PLN (Persero) Wilayah setempat tidak melakukan pemadaman selama ujian nasional berlangsung, 22 - 26 Maret.

"Saya mengharapkan untuk sementara waktu PLN tidak melakukan pemadaman karena akan mengganggu siswa yang akan belajar," kata Alexius Akim di sela-sela meninjau ujian nasional di SMA Negeri I Pontianak, Senin.

Dalam kesempatan itu, ia menagih janji PLN yang tidak akan melakukan pemadaman selama pelaksanaan UN. "Kalau PLN masih saja melakukan pemadaman kami akan `teriak`," katanya.

Diknas Kalbar akan mengirim surat protes kepada PLN kalau masih melakukan pemadaman bergilir. "Bila perlu melaporkan ke Gubernur Kalbar, karena beliau yang berhak menyampaikan protes tersebut," kata Akim.

Sebelumnya Manajer PT PLN Cabang Pontianak Fauzi Arubusman, menjamin tidak melakukan pemadaman bergilir selama pelaksanaan UN untuk SMA/MA 22-26 Maret.

"Kami berupaya tidak akan melakukan pemadaman bergilir, kecuali kalau ada gangguan teknis seperti gardu meledak karena gangguan tali layangan atau tertimpa pohon," katanya.

Ia berharap masyarakat selaku pelanggan PLN juga berpartisipasi dalam bentuk melakukan penghematan penggunaan energi listrik.

PT. PLN Cabang Pontianak menargetkan jika setiap pelanggan melaksanakan budaya hemat listrik sebesar 50 watt, maka akan terjadi penghematan daya sekitar 15 Mega Watt (MW) saat beban puncak dan terhindar dari pemadaman bergilir.

Ia menambahkan cukup satu pelanggan mematikan lampu satu hingga dua unit sebesar 50 watt. Jika upaya itu ditempuh oleh 200 ribu pelanggan maka akan terjadi penghematan sekitar 10 MW - 15 MW.

Jumlah pelanggan rumah tangga PLN Kalbar sebanyak 341.357 unit. Konsumen terbesar dilayani PLN Cabang Pontianak 116.594 unit rumah tangga, PLN Cabang Singkawang 96.389 unit rumah tangga, PLN Cabang Sanggau 79.091 unit rumah tangga dan PLN Cabang Ketapang 49.283 unit rumah tangga.

Wilayah dengan rasio elektrifikasi terendah di Kabupaten Sintang yakni 50 persen dari 170 desa belum dialiri listrik.