Tahun 2009 kasus demam berdarah dangue begitu dahsyat. Kota Pontianak dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB). Hingga saat ini pun masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat.
Tahun 2009 kasus demam berdarah dangue begitu dahsyat. Kota Pontianak dalam kondisi kejadian luar biasa (KLB). Hingga saat ini pun masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat.
Permasalahan tersebut bukanlah masalah sederhana. Banyak warga yang menjadi korban. Untuk mengantisipasi hal tersebut Pemeberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (PKK) turut berperan untuk menciptakan kawasan bebas jentik.
“Gerakan PKK merupakan gerakan nasional yang dari dan untuk masyarakat, perempuan sebagai motor penggeraknya untuk mewujudkan keluarga sejahtera, maju dan mandiri. Ke depan diharapkan PKK mampu menciptakan suatu kawasan yang bebas jentik. Sehingga dapat mencegah atau menekan terjadinya penyakit DBD di Kota Pontianak,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Lismaryani Sutarmidji, Rabu (10/2), di rumah dinasnya dalam sosialisasi Satgas PSN DBD bagi Kota Pontianak.
Dikatakan olehnya bahwa, gerakan PKK bertujuan untuk memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan. Kenyataan saat ini PKK selangkah lebih maju. Mampu menjangkau keluarga di tingkat kelurahan, hingga ke RT.
“PKK semakin dipercaya untuk berkiprah diberbagai program dan kegiatan yang diluncurkan oleh pemerintah. Saat ini kader PKK diharapkan menjadi kader pemberantas sarang nyamuk (PSN). Tugas tersebut adalah amanah yang tidak boleh disia-siakan. Berarti juga, kader PKK dapat berperan secara lebih professional dan proporsional,” jelas Lismaryani.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Sutarmindji mengatakan bahwa untuk pemberantasan jentik, perlu melibatkan PKK dan anak sekolah.
“Kite melibatkan kader PKK dan anak sekolah untuk menekan angka DBD. Nanti akan dibagikan buku panduannya. Terimakasi ada pihak swasta yang telah membantu alat fogging. Ada juga bantuan kemanusian 50 juta membantu untuk pembuat kaos dan jaket Satgas PSN, tidak pakai APBD, tetapi dari masyarakat untuk masyarakat,” kata Walikota Pontianak, Sutarmidji.
Dikatakan olehnya bahwa, tugas Satgas Pemeberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah memantau jentik-jentik.
“Tugasnya memantau jentik yg ada di gentong, di tempayan, melaporkan ke Puskesmas Memberikan pemahaman informasi yg cepat apabila terjadi kasus. Kalau anak-anak memantau jentik selama 52 minggu selama setahun,ada bukunya. Ade hari tertentu mereka memantau rumah mane yg masih ade jentiknye,” jelasnya.
Kalau siswa SD kelas 4 dan 5 menemukan jentik, akan dibagikan abate atau sebar ikan nila.
“Kita akan bagikan 10 ribu ikan nila langsung, ikan nila yg akan kita jadikan predator. Kalau ikan slomang makan jentik tidak banyak paling 5 ekor jentik jak die da kenyang.
Anak sekolah tidak terganggu, pemantauan dilakukan ketika sudah pulang sekolah , hari minggu. Kite mengajar anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial sehingga dari awal sudah kite ajar untuk bagaimane hidup sehat,” ujar Sutarmidji.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
