You are here

PISEW Tingkatkan Derajat Hidup

Borneo Tribune, Pontianak

Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) meningkatkan derajat hidup masyarakat di pedesaan. Hal itu dikatakan Rini, Kepala Seksi Sosial Budaya Bappeda Kalbar.

Menurutnya, ada 9 provinsi, 32 kabupaten dan 237 kecamatan, yang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pada 2009, Kalbar mendapatkan bantuan. Ada tiga kabupaten Landak, Sintang, Kapuas Hulu.

Di Landak terdiri dari Kecamatan Jelimpo, Menjalin, Meranti, Sebangki, Sompak dan Menyuke Hulu. Setiap kecamatan mendapat anggaran Rp 1,5 miliar. Jadi, jumlah anggaran yang diterima sebesar Rp 9 miliar. Kabupaten Sintang terdiri dari Kecamatan Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, dan Sepauk. Jumlah anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Jadi, jumlah anggarannya Rp 6 miliar. Kapuas Hulu terdiri dari Kecamatan Badau, Batang Lupar, Empanang, Kalis, Hulu Gunung, Pengkadan, Puring Kencana, dan Semitau. Jumlah anggaran sebesar Rp 1,5 miliar. Jadi, jumlah seluruhnya Rp 13,5 miliar.

“Kemudian ditambah lagi dengan bantuan dari Kawasan Strategis Kabupaten (KSK), masing-masing mendapatkan anggaran Rp 2 miliar,” kata Rini.

Pendanaan PISEW bersumber dari APBN. Seperti, sumber dana pemerintah dalam APBN yang berasal dari pinjaman atau Loan JBIC IP. 543. Yang digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana, dan konsultan atau fasilitator pendamping atau Tehnica Assistance.

Kecamatan yang terpilih setiap kabupaten, mendapat alokasi dana mikro kredit pedesaan sebesar Rp 300 juta per tahun, selama 2 tahun.

Jadi, total keseluruhan untuk Landak menjadi Rp 11 miliar. Sintang sebesar Rp 8 miliar. Kapuas Hulu sebesar Rp 15,5 miliar.

”Tujuan dari PISEW adalah, mempercepat pembangunan ekonomi masyarakat yang berbasis sumber daya lokal,” kata Rini.

Juga, mengurangi kesenjangan antar wilayah. Mengurangi kemiskinan di perdesaan. Penguatan kelembagaan Pemda. Penguatan institusi di pedesaan. Sasarannya adalah, meningkatkan akses dan mutu pendidikan dan kesehatan. Meningkatnya akses dan mutu transportasi. Meningkatnya akses dan mutu irigasi pedesaan. Meningkatnya akses dan mutu pemasaran. Terciptanya kesempatan kerja. Meningkatkan produktivitas ekonomi pedesaan. Meningkatnya pendapatan rakyat. Meningkatnya partisipasi rakyat. Meningkatnya kemampuan kelembagaan.

Kegiatan yang akan dilakukan antara lain, membangun prasarana sosial dan ekonomi dasar pedesaan. Membentuk dan membangun kawasan strategis kabupaten (KSK) dan melaksanakan diseminasi, sosialisasi, dan pelatihan di berbagai tingkatan pemerintahan. Sehingga, hasil yang akan didapat dari program adalah, meningkatnya derajat kesehatan dan pendidikan. Meningkatnya kesempatan kerja. Meningkatnya produktivitas ekonomi lokal. Meningkatnya pendapatan rakyat. Meningkatnya daya saing daerah. Meningkatnya kemampuan aparat kecamatan dan kabupaten, dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Meningkatnya keswadayaan dalam pemanfaatan. Pemeliharaan prasarana dan terwujudnya pembangunan wilayah yang berkelanjutan.