Pola penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah timur Kalbar, yakni, Kabupaten Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu seringkali tersendat dan memicu kelangkaan di pasaran.
Pola penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah timur Kalbar, yakni, Kabupaten Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi dan Kapuas Hulu seringkali tersendat dan memicu kelangkaan di pasaran.
Disamping faktor geografis dan kondisi cuaca, kebijakan PT. Pertamina regional Kalbar yang membatasi jumlah penyedia jasa angkutan BBM, juga menjadi faktor lain kelangkaan BBM di wilayah perhuluan. Hal itu diungkapkan anggota DPRD Provinsi Kalbar Gusti Effendi dalam rapat kerja dengan 5 BUMN di gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin lalu.
Menurut Gusti Effendi, dua penyedia jasa angkutan yang saat ini dipercaya PT. Pertamina, tidak sebanding dengan luas daerah serta jalur pendistribusian yang panjang dan butuh waktu ekstra. Untuk itu, Pertamina, diminta membuka kesempatan bagi penyedia jasa angkutan lain, untuk membantu proses penyaluran BBM ke daerah.
Sales Area Manager Retail PT. Pertamina Regional VI Kalbar Ibnu Chouldum mengatakan, “ Tidak ada pihak yang memonopoli proses pendistribusian seluruh jenis BBM ke daerah. Mulai dari penyaluran BBM bersubsidi, pembangunan SPBU hingga perizinan stasiun pengisian ulang tabung gas elpiji, pihak Pertamina tetap membuka peluang bagi kalangan pengusaha, untuk menjalin kemitraan selama memenuhi kriteria yang dipersyaratkan,” terang Ibnu.
Lanjutkan konversi
Menyangkut program konversi gas elpiji 3 kilogram, Ibnu Chouldum mengatakan, kendati waktunya belum ditentukan, namun konversi tahap kedua tetap dilanjutkan pada tahun 2010.
Belajar dari pengalaman tahap pertama, maka dalam pelaksanaan tahapan kedua, disamping mengintensifkan koordinasi dengan setiap Pemerintah Daerah, Pihak Pertamina menjajaki kemungkinan penerapan sistem rayonisasi dalam pendistribusian gas elpiji, meniru pola yang dipergunakan dalam pendistribusian BBM minyak tanah.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
