Ketidakhadiran sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam pemandangan umum terhadap nota keuangan APBD 2012 di ruang sidang gedung DPRD Kalbar, Jumat (11/11) kemarin.
Sidang paripurna tersebut dihadiri Wakil Gubenur Kalbar, Christiandy Sanjaya, Kepala Dinas Sosial serta Kepala Biro Hukum Provinsi Kalbar. Sisanya, hanya melalui perwakilan.
“Padahal acara ini merupakan agenda penting dalam proses pembangunan Kalbar ke depan. Jika hal ini sering terjadi, bagaimana bisa membangun Kalbar dan mengimplikasikan anggaran secara transparan dan akuntabel,” kesal juru bicara Fraksi Gerindra Sejahtera Baru, Suprianto.
Dikatakan Anggota Komisi B ini, di dalam pemandangan umum yang disampaikan seluruh fraksi DPRD Kalbar terhadap nota keuangan APBD 2012 itu termuat juga ada berbagai usulan kepada masing-masing SKPD.
“Kita sangat menyayangkan, Sekda, asisten, kadis dan kepala badan tidak hadir di dalam acara tersebut. Bagaimana mungkin mereka memahami kebutuhan dan aspirasi rakyat diserap anggota dewan melalui reses. Ini yang menjadikan anggaran seringkali tidak tepat sasaran bahkan ada dinas yang tidak menyerap anggaran,” kritik Suprianto
Tidak hanya itu, ketidakhadiran kepala dinas itu hanya diwakili staf-staf masing-masing SKPD. Padahal, staf tersebut tidak memiliki atau mengambil kebijakan di dalam pengambil keputusan.
Sekretaris Fraksi Gerindra Sejahtera Baru berharap kepada Gubernur Kalbar dapat mengambil tindakan tegas kepada kadis maupun kepala badan yang tidak hadir di dalam acara sidang paripurna. Hal ini menandakan kadis maupun kepala badan itu tidak memiliki tanggung jawab di dalam pekerjaanya.
“Kita minta gubernur segera mengevaluasi kinera para Kadis, bila perlu diganti. Ini bukan persoalan like and dislike tetapi ini menyangkut nasib APBD Kalbar setahun ke depan,” tegas Suprianto.
***
Perkampungan Budaya
Suprianto juga menegaskan perkampungan budaya yang akan dibangun merupakan wujud keharmonisan dan memperkuat parawisata Kalbar. “Perkampungan budaya akan menjadi symbol keharmonisan daerah. Selain rumah adat Dayak dan Melayu, adapula plaza budaya yang akan digunakan untuk menampung berbagai atraksi seni budaya dari semua etnis,” jelas.
Dikatakan Suprianto, perkampungan budaya ini akan jadi ikon baru di Kalbar melengkapi fasilitas dan objek-objek wisata yang sudah ada seperti Tugu Khatulistiwa, Danau Sentarum dan lainnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
