Borneo Tribune, Pontianak
Laporan keuangan sangat penting bagi sebuah kinerja institusi. Hal itu dikatakan Radius, pengajar dalam pembukuan LKM Bahtera di gedung Centre of Research and Inter-religious Dialogue (CRID), Kamis (8/1), pada pelatihan calon pegawai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Bahtera, hari keempat.
Sebelumnya, pada hari ketiga, diajarkan mengenai bagaimana pencatatan administrasi menabung, dan administrasi dalam meminjam. Tujuannya, membuat laporan keuangan.
“Pembuatan laporan keuangan gunanya untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan atau LKM,” kata Radius.
Ia mengatakan bahwa, laporan keuangan biasanya diumumkan atau ditempel, untuk dilihat anggota. Tujuannya, menunjukkan posisi keuangan. Keuangan dalam koperasi menunjukkan posisi keuangan dan rugi laba. “Kalau neraca menunjukkan suatu perkembangan aset usaha,” katanya.
Aset usaha, misalnya kas, uang simpanan di bank, piutang, persediaan barang, tanah, gedung, dan inventaris.
Meng Na, salah satu calon pegawai mencoba menerangkan bahwa, pada slip uang masuk, warna kertasnya berbeda dengan slip untuk uang keluar. Warna putih untuk slip uang masuk, dan slip uang keluar berwarna kuning. ”Hal ini untuk menghindarkan tertukarnya slip, karena slip digunakan untuk bukti uang keluar atau masuk,” katanya.
Dalam slip uang masuk, tercatat uang pangkal, uang Bahtera Jangkar, Bahtera Adil, Bahtera Damai, angsuran pinjaman, bunga pinjaman, jasa pelayanan, denda dan lain-lain. “Kolom lain-lain ini biasanya ditulis untuk pendataan, selain data di atas, seperti iuran gedung,” kata Meng Na.
Dari slip uang masuk, kemudian pencatatan yang kedua yaitu, pencatatan pada kartu simpanan dan pinjaman anggota per orang. Yang dimasukkan ke dalam kartu tersebut, yaitu BA (Bahtera Adil), BD (Bahtera Damai), Bahtera Jangkar (BJ), kemudian pencatatan saham di tempat itu yang satu saham 1000. BA, BD dan BJ, merupakan jenis-jenis tabungan yang ada di LKM Bahtera.
Setelah pembukuan uang masuk, berlanjut kepada daftar uang masuk yang merupakan hasil rekapitulasi diringkas.
Pencatatan kas harian total masuk kepada RDUM (Rekap Daftar Uang Masuk). Jurnal kemudian mencatat total DUM perharinya, yang kemudian pencatatannya ke buku besar. Dari jurnal berlanjut ke buku besar.
“DUM dan DUK merupakan proses dalam pembuatan laporan keuangan,” ujarnya.
Total uang dari buku besar ditulis ke dalam format neraca saldo, sebagai ringkasan perkiraan buku besar.
Dari neraca saldo kemudian dibuat neraca keuangan.
Radius, melihat banyaknya pembukuan yang harus dibuat. Ia meminta para calon pegawai, bila sudah bekerja secara penuh, tidak menumpuk administrasi yang semestinya diselesaikan.□
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
