You are here

Penanganan Rabies

Kesuksesan Kalbar dalam mencegah penyebaran penyakit rabies akan dicontoh oleh Sumatera Utara. Demikian kata Kepala Dinas Peternakan dan Kehewanan Kalbar, A. Manaf, Kamis (11/3).

Kesuksesan Kalbar dalam mencegah penyebaran penyakit rabies akan dicontoh oleh Sumatera Utara. Demikian kata Kepala Dinas Peternakan dan Kehewanan Kalbar, A. Manaf, Kamis (11/3).

Di ruang kerjanya, Manaf mengungkapkan, hari ini, Dinas Peternakan dan Kehewanan Kalbar diundang oleh pemerintah daerah Sumatera Utara untuk memberikan pengalaman dalam mencegah penyebaran penyakit rabies.

“Saat ini penyakit rabies yang ditularkan oleh anjing gila sedang merebak di Sumatera Utara. Kita diminta untuk mempresentasikan cara menangani penyebaran penyakit rabies tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam menangani penyebaran penyakit rabies, Diswanak memfokuskan pengawasan jalur lalu lintas hewan ternak masuk ke Kalbar.

“Kita juga sering memusnahkan anjing-anjing liar yang diduga mengidap penyakit anjing gila,” katanya.

Dikatakannya, kesuksesan Kalbar tidak hanya dalam menangani penyebaran penyakit rabies tapi penyakit hewan lainnya seperti flu burung, flu babi dan penyakit lainnya.

“Dalam menangani penyebaran penyakit hewan, Kalbar melakukan pengendalian terpadu antar instansi pemerintahan sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah,” ungkapnya.

Sekarang ini, meski Kalbar telah dinyatakan bebas flu burung dan rabies, pihaknya akan terus melakukan pengendalian terhadap penyebaran hewan terutama hewan ternak yang masuk ke Kalbar.

“Sebab menurut WHO, dari 1.415 jenis penyakit infeksi pada manusia, 70 persennya ditularkan dari hewan,” ujarnya.