Program Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Khatulistiwa merencanakan pembangunan instalasi di tahun ini. Selain itu juga menambah sejumlah jaringan, buster tapi sedikit menahan diri untuk menerima palanggan baru.
“Tahun 2010 ini kita agak menahan diri untuk menerima pelanggan baru, kalau tambahan baru sudah masuk, 2011 baru kita akan lebih progresif,” kata Direktur Teknik PDAM Tirta Dharma Kota Pontianak, Tano Baya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, PDAM masih menahan diri untuk menerima pelanggan tersebut dikarenakan kondisi suplai air belum memadahi. “Memasang air bukan hanya memasang pipa, tetapi airnya juga harus jalan, sekarang kondisi suplai air yang kita miliki belum cukup, debitnya masih kurang,” jelas Tano Baya.
Sementara itu, dijelaskan juga olehnya bahwa kondisi air kapuas saat ini relatif stabil. Kalau masalah warna air yang sampai kerumah-rumah masih berwarna kecokelatan, itu disebabkan karena terjadinya akumulasi endapan pada daerah-daerah tertentu.
“Warna air di Kalimantan ini memang membutuhkan treatment penanganan khusus, karena pengolahannya lebih sulit dari air di Jawa. Kalau air yang terwa kekonsumen itu berwarna cokelat itu disebabkan karena adanya akumulasi endapan. Untuk mendapatkan air bersih itukan air memang harus bersih, jaringan juga harus bersih,” paparnya.
Kendala tersebut sudah diatasi dengan melakukan fashing secara rutin. Jangkauan wilayah yang cukup luas membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan untuk bisa membersihkan semuanya. “Itulah kerjaan kami, membersihkan seluruh jaringan yang memakan waktu tiga hingga empat bulan, setelah itu bersihkan lagi,” ujanya.
Diungkapkan Tano Baya, total pelanggan PDAM saat ini kurang lebih berjumlah 72 ribu pelanggan, dengan daftar tunggu mencapai 2 ribu pelanggan. Sebagian besar waiting list tersebut berada di wilayah Pontianak Barat.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
