You are here

Merantau, Pergulatan Anak Manusia Mencari Kasih Sayang

Merantau mengisahkan tentang sebuah keluarga yang dibina dengan cinta, kasih sayang, dan kehangatan. Namun sayang, cinta dan kehangatan yang dibinanya tak bertahan lama. Selang beberapa tahun menikah, hantaman badai dan prahara rumah tangga menghancurkan segala asa.
Merantau mengisahkan tentang sebuah keluarga yang dibina dengan cinta, kasih sayang, dan kehangatan. Namun sayang, cinta dan kehangatan yang dibinanya tak bertahan lama. Selang beberapa tahun menikah, hantaman badai dan prahara rumah tangga menghancurkan segala asa.
Kehancuran rumah tangga bermula dari harta, tahta dan wanita. Saat sang isteri tercinta hamil anak pertama, karir suami meroket, kedudukan telah ada dalam genggaman keluarga, saat itu pula hempasan badai meluluhlantakkan rumah tangga cinta.

Atas nama cinta atau bukan, sang isteri tak sanggup menjalani hubungan yang semakin gila. Suami dengan harta, tahta dan wanita sudah semakin parah. Lupa. Keluarga harus bercerai berai karena terlalu banyak hal yang menyimpang. Buah hati yang mungil berusia dua tahun pun ditiggal sang ibu merantau.

Isteri pergi. Pergi jauh. Wanita yang gagal membina keluarga bahagia tersebut meninggalkan suami dan anaknya tercinta. Ia mencoba melupakan dua orang yang dikasihinya.

Menahun sudah sang anak tak beribu. Anak yang dulu kecil mungil, lucu dan lugu, kini tumbuh besar. Karena berjudul kehidupan ini adalah cinta, sang anak berpetualang mencari cintanya, mencari surganya, dan anak pun merantau mencari bunda tercinta.

Dua orang yang dicintai merantau. Si pejabat  yang kaya raya, berjudi, dan metroseksual  mulai kesepian. Semua kesenangannya tak jua mampu menepis rasa untuk berkumpul sahaja, membina kehangatan bersama keluarga. Keputusan tepat. Sang suami memutuskan untuk mencari dua cintanya yang merantau. bersatunya cinta sebuah keluraga juga di tanah rantau.

Demikianlah cuplikan cerita sebuah lakon merantau. kekuatan akting dari aktor dan aktris menjadikan segalanya berbeda dengan sinetron melankolis. 15 aktor yang bermain peran dipanggung sempat menyihir penonton untuk masuk dalam latar sebuah warung. “Tanpa rekayasa teknologi, dengan alat-alat sederhana, semuanya dipadukan menjadi satu karya nyata,” kata Sutradara Merantau, Mugiono, Rabu (3/2).

Dikatakan olehnya bahwa pesan moral dari cerita itu ingin mengabarkan kembali bahwa kehidupan itu tak selamanya indah. Kehidupan itu penuh cobaan.
“Sejauh apapun perjalanan hidup pasti akan menemukan hambatan. Itulah cobaan yang 6tidak bisa dielakkan, tapi semuanya harus dihadapi dengan kejernihan pikiran, sehingga tidak salah mengambil keputusan,” ujar Mugi.