Tingkat kunjungan warga Kota Pontianak ke sejumlah puskesmas yang ada di kota ini masih cukup tinggi. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, drg Multi Juto Bhatarendro, Senin (18/1).
"Angka itu menunjukkan kesadaran warga di sektor kesehatan sudah meningkat baik. Mereka ke puskesmas tak hanya berobat, tapi ada beberapa yang konsultasi," ujar Multi, panggilan Multi Juto Bhatarendro.
Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat, dalam setahun, jumlah kunjungan warga mencapai di atas 600 ribu orang. Angka tersebut Menurut Juto, setara jumlah penduduk Kota Pontianak. Namun Juto juga menjelaskan, kunjungan ke puskesmas tidak harus selalu dikaitkan dengan aktivitas pengobatan suatu penyakit.
Kekurangan Dokter
Puskesmas di Kota Pontianak sudah memiliki dua orang dokter spesialis, yakni seorang spesialis kandungan dan seorang lagi spesialis penyakit dalam. Kedua dokter itu tidak hanya diplot di satu puskesmas, tapi juga visiting ke puskesmas lainnya, ujar Juto lagi.
Selain 23 puskesmas induk, Kota Pontianak juga memiliki 12 puskesmas pembantu (pustu). Ternyata peningkatan kepadatan pemukiman, justru berkembang di sekitar pustu tersebut.
"Pada penerimaan CPNS 2009 lalu, kita dapat tambahan 8 dokter baru. Jelas kita masih kekurangan dokter untuk puskesmas, karena akan ada dokter yang juga ditempatkan di pustu," katanya.
Abate 300 Juta
Kota Pontianak merupakan daerah dengan wabah demam berdarah dengue (DBD). Dalam 2009 ini, status DBD sudah menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Itu sebabnya, antisipasi penyakit ini semakin digencarkan tahun ini.
"Di antaranya untuk abate kita anggarkan Rp 300 juta. Di luar itu pembelian alat fogging, maupun program pemberantasan sarang nyamuk," pungkas dia.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
