Borneo Tribune, Pontianak
Pemerintah Kota Pontianak melalui Bidang Kesejahteraan dan Pemberdayan Perempuan (Kesra PP) melaksanakan kegiatan Focus Group Discusion (FGD) dengan media untuk menekan tingkat Kekerasan Rumah Tangga (KDRT) di Kota Pontianak.
Kepala Bidang Kesra PP, Herawati mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan satu persepsi yang sama antara pemerintah, sekolah, aparat penegak hukum dan media dalam menekan tingkat KDRT.
“Kita sangat prihatin terhadap tingkat KDRT yang setiap tahun meningkat. Untuk itu dengan adanya kegiatan sperti ini kita dapat menekan jumlah kekerasan yang berbasis gender tersebut,” kata Hera saat memimpin FGD di Aula Bappeda, Rabu (7/1).
Menurut Herawati kegiatan ini akan rutin dilakukan. Selama tahun 2008 saja, Kesra PP telah melaksanakan 4 kali FGD dengan media. Untuk tahun 2009 ini dapat terus dilanjutkan.
Herawati memaparkan berdasarkan data tahun 2008 lalu laporan KDRT yang masuk banyak dari puskesmas. Sebanyak 302 laporan kasus diterima dari 23 Puskesmas yang ada di Kota Pontianak.
Perwakilan Kejaksaan Negeri Pontianak, Heni mengatakan beberapa kasus KDRT sempat di meja hijaukan. Persentasenya setiap tahun berkurang. Dia juga mengakui media membantu mengekspose setiap kasus KDRT yang masuk ke pengadilan.
“Jika kasusnya masuk ke pengadilan, biasanya rekan media memberitakannya,” kata Heni.
Sementara itu Indah Ariyani, mewakili pihak kepolisian mengatakan selama tahun 2009 ini sudah dua kasus KDRT yang ditangani. Dua kasus tersebut berupa penelantaran rumah tangga oleh suami.
“Namun tidak diteruskan kepengadilan karena, pelapor menarik kembali laporannya,” kata Ariyani.
Terkait pemberitaan kasus KDRT di media massa, Ariyani mengingatkan untuk tidak mengekspose secara vulgar. Terutama kepada pihak korban.
“Karena kalau diekspose secara vulgar dapat menjatuhkan mental korban,” jelasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
