You are here

Kasus Laka Lantas Tahun 2008 Menurun

Borneo Tribune, Pontianak
Selama tahun 2008 angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Poltabes Pontianak mengalami penurunan dibanding tahun 2007.
Berdasarkan data yang yang disampaikan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Poltabes Pontianak jumlah laka lantas tahun 2007 sebanyak 323 kasus laka lantas, dengan korban meninggal dunia sebanyak 65orang, luka berat 10 orang, dan luka ringan 568 orang, total kerugian yang ditimbulkan sebesar Rp. 272.670.000. Sementara pada tahun 2008, jumlah kasus yang ditangani Satlantas Poltabes Pontianak sebanyak 126 kasus laka lantas, dengan korban meninggal dunia 63 orang, luka berat 10, luka ringan 187 dengan total kerugian materi sebanyak Rp. 296.570.000.
Kasat Lantas Poltabes Kompol Saleh Iskandar,S.Sos melalui Kanit Laka Lantas Ipda Cucu Safiyudin, mengungkapkan tersebut Rabu, (7/1) di ruang kerjanya.
Dikatakan olehnya, jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Poltabes Pontianak selama satu tahun terakhir ini mengalami penurunan, dan dari evaluasi Satlantas Poltabes, kasus laka lantas yang dominan sering terjadi laka lantas berada di Jalan Khatulistiwa, Jalan 28 Oktober, Jalan Sultan Hamid, Tanjung Raya dan Jalan Trans Kalimantan yang di akibat berbagai faktor.
“Cendrung jalan lurus yang sempit selalu mengalami laka lantas, dan untuk jalan yang ada belokan untuk laka lantas kurang dominan,” jelasnya.
Sementara kasus laka lantas yang menimpa Pelajar 17 kasus dan mahasiswa 8 kasus laka lantas 2 kasus laka lantas diantaranya meninggal dunia dan 3 lainnya mengalami luka berat, dan semua kasus ini telah ditangani Sat Lantas Poltabes Pontianak.
Kanitlantas menghimbau untuk pengemudi agar dapat memperhatikan hal-hal yang dianggap penting sebelum mengemudikan kendaraan. Perlengkapan kendaraan hendaknya diperhatikan benar-benar.
“Rem jangan blong. Pemperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang ada dan pengemudi harus dapat mengedalikan kecepatan dalam berkendaraan dan khusus sepeda motor pengemudi harus memakai helm yang benar, seperti helm standar,” ujarnya.
Masih dikatakan oleh Perwira Menegah yang baru tiga bulan bertugas di Pontianak. Di samping faktor jalan sempit yang sering menyebabkan laka lantas, namun faktor lain juga merupakan satu rangkaian yang dapat menyebabkan laka lantas. Seperti pengemudi memarkir kendaraan dibadan jalan tanpa memperhatikan rambu-rambu yang sudah ada. “Jalanan ramai justru tidak menimbulkan laka lantas, dan justru jalan sepi sering menyebabkan laka lantas karena ulah pengguna jalan, seperti mabuk dijalan, penerangan jalan yang kurang,” ujarnya.
Dijelaskan kembali olehnya, penurunan angka laka lantas selama tahun ini lebih banyak dikarenakan kesadaran pengemudi dalam mentaati rambu-rambu lalu lintas dan Satlantas Poltabes juga berupaya menekan angka laka lantas dengan menghadirkan mobil penerangan Satlantas di setiap persimpngan dan memberikan himbauan dalam mengendarai kendaraan.
Terkait dengan 5 program unggulan yang disiapkan oleh Satlantas Polda Kalbar dalam menekan angka laka lantas yaitu dengan menampilkan 5 program unggulan yang sudah berjalan efektif dalam menekan angka laka lantas diantaranya, Kanalisasi, kasituasi KTL, police today school, penyedian mobil derek gratis, dan memberikan pelayanan SIM dan pembayaran pajak kendaraan. Program unggulan ini membuat Satlantas Polda Kalbar memperoleh ISO 9001-2000.