Kantor Wilayah Pajak Kalimantan Barat akan bekerja sama dengan Bea Cukai, kepolisian, dan pengelola pelabuhan untuk memenuhi target penerimaan pajak Rp2,5 triliun tahun 2010.
"Dengan melibatkan instansi terkait, optimisme pencapaian penerimaan pajak Rp2,5 triliun tahun ini," kata Kepala Kanwil Pajak Kalbar, Agus Wuryantoro saat malam "prominent tax payers forum" di Pontianak, Rabu malam.
Menurut dia, potensi penerimaan pajak di Kalbar sebenarnya Rp4,2 trilun. "Ada Rp1,6 triliun yang masih dapat digali untuk penerimaan pajak," kata dia.
Realisasi penerimaan pajak untuk tahun 2009 di Kalbar Rp2,1 triliun. Target dari peningkatan pembayaran pajak untuk 2010 mencapai 34,51 persen dibanding 2009.
Selain itu, dari lima sektor utama yang dipungut pajak yakni perdagangan, jasa keuangan, konstruksi, industri pengolahan dan jasa transportasi, masih terdapat "tax gap".
"Masih ada peluang untuk mendapatkan celah dari potensi yang ada," kata dia.
Ia menceritakan pengalaman tahun sebelumnya, kerja sama dengan instansi terkait cukup mendukung peningkatan penerimaan pajak. Kanwil Pajak Kalbar bekerjasama dengan Bank Indonesia, BPKP dan Kantor Perbendaharaan mulai Juli 2009.
Ia mencontohkan hingga akhir September 2009 penerimaan pajak sebanyak Rp167 miliar.
Hasilnya, mulai Oktober 2009 dari kegiatan yang dilakukan Kanwil Pajak Kalbar menghasilkan pajak sebesar Rp5 miliar namun ikutannya 34 persen dari penerimaan Rp167 miliar tadi.
Kemudian November 2009, pajak yang diterima Rp3 miliar dengan dampak ikutan 14 persen dari penerimaan Rp167 miliar.
Puncaknya mencapai Desember 2009 ketika kegiatan Kanwil Pajak Kalbar menghasilkan Rp9 miliar namun ikutannya 100 persen dari Rp167 miliar.(Antara)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
