You are here

Jelang UN, Warnet di Tertibkan

Penertiban warung internet (Warnet) yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjelang Ujian Nasional (UN) 2010 pada tanggal 22-29 Maret mendatang, ternyata belum tersosialisasi dengan baik.

Baik pemilik warnet mengaku belum mendapat pemberitahuan. Apalagi dengan rencana razia panertiban yang dilakukan Satpol PP, banyak pemilik warnet justru baru tahu dari pers. Sebab mereka belum menerima surat pemberitahuan dari instansi berwenang.

Seperti diakui Hen, pengelola warnet di bilangan Jalan Sultan Abdu Rahman Pontianak. Ia mengaku tidak tahu sama sekali dengan adanya penertiban oleh Satpol PP terkait pelaksanaan UN.

“Ndak ada beri tau, surat pun ndak ada,” ujarnya ketika ditemui dibalik meja kasir, Jumat (19/3).

Hal sama dikatakan oleh Yud, penjaga warnet di Jalan Johan Idrus. Ia mengaku memang sering anak-anak berseragam sekolah melakukan searching dan browsing pada jam-jam sekolah di warnetnya. Dirinya mengaku bahwa anak-anak tersebut memiliki alasan yang “aneh”. Diantaranya, ada yang mengaku mengerjakan tugas yang diberikan guru di sekolahnya. Dan banyak lagi alasan ketika ditanya, katanya.

“Terhadap mereka, ya kita memang serba salah,” kata Yud, sembari mengaku belum pernah mendapatkan pemberitahuan dari Satpol PP terkait penertiban tersebut.

Namun hal berbeda diungkapkan Andre. Meskin dirinya belum mendapatkan pemberitahuan dari Satpol PP akan adanya penertiban warnet selama UN, tapi dirinya berinisiatif melarang anak-anak yang mengenakan seragam sekolah mengunjungi warnetnya.

“Saya tegas tidak mengijinkan anak-anak yang masih berseragam sekolah untuk surfing di warnet. Kalau memang karena tugas, harus ada surat dari sekolah minimal guru kelasnya,” kata pria yang mengelola warnet di bilangan Jalan Uray Bawadi itu.