Salah satu indikator derajat kesehatan masayarakat diukur dari menurunnya angka kematian ibu dan anak. Di Kalimantan Barat kasus kematian ibu dan anak tahun 2009 lebih tinggi dibanding tahun 2008. Secara keseluruhan dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalbar, Kota Pontianak yang paling rendah.
“Tahun 2009 kasus kematian ibu dan anak lebih tinggi dari tahun 2008. dari seluruh kabupaten/kota se-Kalbar, Kota Pontianak paling rendah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro, Senin (18/1) di sela-sela kegiatan puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke-37.
Dikatakannya, penyebab kematian bayi disebabkan oleh rendahnya berat badan atau meninggalnya sudah sejak dalam janin. Sementara, penyebab kematian ibu biasanya disebabkan oleh keracunan makanan. Untuk itu, “Pertolongan persalinan menjadi sangat penting apalagi bagi ibu yang punya resiko tinggi kahamilan, harus betul-betul dimonitoring sebaik-baiknya,” kata Multi.
Dia mengharapkan agar masyarakat melakukan persalinan di Puskesmas yang ada persalinan, rumah bersalin, dokter spesialis, rumah sakit rawat inap atau klinik.
“Masyarakat diharapkan melahirkan dengan tenaga kesehatan therapy. Meskipun tenaga kesehatan teraphy memang tidak bisa mengcover 10 ribu hingga 12 ribu angka kelahiran setiap tahunnya, paling tidak masyarakat harus terus digiring jangan sampai melahirkan di dukun beranak atau melahirkan ditempat-tempat yang tidak memadahi fasilitasnya,terutama ibu yang beresiko tinggi” harap Multi.
Menurutnya, dukun beranak tidak bisa menolong persalinan tetapi hanya bisa mendampingi saja. Proses waspatun bisa dibantu oleh dukun “Kalau untuk membantu merawat bayi dan ibu melahirkan bisa saja pakai dukun, karena membutuhkan perawatan sangat panjang” ucapnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
