You are here

Inisiasi program Desa Mandiri Sepanjang Perbatasan

Dalam pemandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional melalui juru bicaranya, Syarif Izhar Assyuri khususnya Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi berharap adanya inisiasi program Desa Mandiri di sepanjang perbatasan 900 km. Di mana setiap 30 - 50 km, ada satu desa mandiri.

“Hal itu guna mempercepat proses pembangunan dan mengisi kekosongan di kawasan perbatasan. Dan kami berharap agar Dinas Nakertrans Kalbar dapat menginisiasi program tersebut,” jelas Izhar di gedung DPRD Kalbar, Jumat (11/11) kemarin.

Untuk mempercepat proses pengisian penduduk, lanjutnya, tentulah program Transmigrasi yang paling tepat dengan mengkombinasikan warga setempat dan warga dari luar Kalbar.

Selanjutnya, kata Izhar lagi, pihaknya belum adanya melihat aktifitas yang signifikan dalam rangka mengurangi angka pengangguran di Kalimantan Barat khususnya dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Kalbar.

“Oleh karena itu, kami berharap agar dinas Tenaga kerja dan transmigrasi dapat membuat program-program yang dapat mengurangi angka pengangguran di Kalbar. Seperti pelatihan kewirausahaan, ketrampilan dan sebagainya,” ucapnya.

Selain itu, mengingat masih adanya pelaku usaha yang enggan atau belum mendaftarkan para karyawannya sebagai peserta Jamsostek, kata legislator dapil Kubu Raya, Fraksi PAN berharap kepada Dinas Nakertrans Kalbar untuk melakukan pengecekkan ke perusahaan termasuklah lembaga-lembaga pendidikan.

“Hal itu dimaksudkan guna memastikan bahwa perusahaan tersebut telah mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Jamsostek,” paparnya.

Fraksi PAN berharap agar Disnakertrans dapat lebih pro-aktif dalam berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten /Kota di Kalbar dalam hal menerima transmigrasi baru. Khususnya yang berkaitan dengan ketersediaan lahan. Hal ini perlu disampaikan untuk menghindari terjadinya gesekan antara sesama masyarakat.