Mencapai target imunisasi bagi balita, Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan men-sweeping ke titik sasaran dimana balita yang belum diimunisasi. Ini untuk menghindari penyakit campak dan polio.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, drg. Multy Junto Bhatarendro mengatakan persentase untuk imunisasi yang sudah dilaksanakan mencapai 75 persen. Imunisasi campak lebih sedikit dibandingkan dengan polio. Selisih antara campak dan polio pun sekitar 5 persen. Hal itu kemungkinan dikarenakan orangtua dari balita yang tidak mau melakukan imunisasi.
“Untuk orangtua jika anaknya sehat dan gemuk tidak mau diimunisasi, jangan menganggap dia aman, balita tersebut bisa terkena campak atau polio, dia bisa menjadi penyebar utama wabah penyakit itu, sehingga tidak ada satu pun orang yang bisa terhindar dari imunisasi,” ujar Multy.
Lebih lanjut Multy mengatakan supaya anak bisa aman dan jangan sampai terjadi wabah penyakit campak dan polio, harus dilakukan imunisasi untuk mencegah wabah. Jika ada salah satu yang tidak mau melakukan imunisasi, maka tidak bisa dihindarkan akan terjadinya wabah.
Dalam masa yang tersisa hingga 18 November mendatang Dinkes akan me- sweeping. Mau tidak mau akan dipaksa untuk imunisasi supaya pencapaian Dinkes hingga 90 persen. Sehingga 60 ribu balita yang ada di Kota Pontianak bisa terimunisasi. Nantinya sweeping akan dilakukan oleh tim supervisi dari Dinkes dan ada tim koordinasi yang sudah memetakan wilayahnya di masing-masing puskesmas dan yang akan bergerak dari masing-masing puskesmas. Jadi mereka tau daerah kerjanya dari Rt/Rw yang akan melakukan sasarannya. Bagi balita yang sudah melakukan imunisasi akan diketahui dari buku imunisasi miliknya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
