You are here

Dinkes Optimalisasi 4 Puskesmas Besar *Posko dan Pengobatan Gratis Selama Lebaran

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Multi Juto Batarendro, mengatakan menjelang persiapan menghadapi lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah, pihaknya telah mempersiapkan sedikitnya 4 Puskesmas yang siap melayani masyarakat, khususnya bagi pemudik selama 24 jam standby.

“Dari 23 Puskesmas dan 13 Puskesmas pembantu, khusus yang kita buka pada hari besar Islam dan libur nasional itu ada empat Puskesmas besar yang ada rawat inapnya,” kata Multi, usai menghadiri acara buka puasa bersama Pemkot dan Dirjen Pajak, di Hotel Mercure, Kamis (2/9).


Keempat Puskesmas tersebut, meliputi Puskesmas Alianyang, Puskesmas Siantan Hilir, Puskesmas Saiogon dan Puskesmas Karya Mulya.

“Dulu memang kita sempat buka semua (23 Puskesmas dan 13 Puskesmas pembantu, red), tapi itu kondisinya KLB demam berdarah, sekarang saya pikir keadaan masih normal, sudah turun dan turun,” kata Multi beralasan.


Disamping itu, kata Multi, pihaknya juga telah mempersiapkan layanan khusus masyarakat secara mobile, berupa ambulance yang siap stanby bekerja selama 24 jam. Layanan ambulance tersebut menggunakan sistem on call dengan nomor 118.

“Ambulance yang on call-nya 118, siap melayani masyarakat 24 jam dengan tiga ship jaga, jadi ada yang mobile yang sekretariatnya ada di Dinkes,” katanya.


Selanjutnya kata Multi, terdapat program lain yang dioptimalkan saat menjelang mudik lebaran tahun ini, yakni pendirian lima posko kesehatan di sejumlah titik ramai. Posko kesehatan ini, kata Multi, bekerjasama dengan posko Jasa Raharja dan Polresta pada program Operasi Ketupat Kapuas 2010, yang mulai dilaksanakan pada Jum’at (3/9).

“Tujuh hari min H dan tujuh hari ples H. Ada lima titik, terutama terminal. Di situ ada pengobatan gratis dan lain sebagainya,” kata dia.


Terakhir, Multi, juga mengimbau kepada seluruh rumah sakit dan sejumlah klinik swasta untuk stanby, khususnya pada Sabtu dan  Minggu. Multi berharap sejumlah instansi kesehatan tersebut siap menempatkan dokter-dokter spesialisnya. “Agar misalnya, ada cidera kepala, serangan stroke, serangan jantung bisa tertolong,” katanya.


Penjagaan tersebut akan sedia diperketat Dinkes dengan menunjuk sejumlah petugas ahli yang memang telah dipersiapkan dan dijadwalkan sebelumnya. Sehingga, tambah Multi, jumlah personil penjagaan akan ditambah. Jadi, nanti tidak ada karyawan yang lembur, semuanya sudah bekerja menurut jamnya.

“Tidak seperti, ada yang dikatakan media, kalau kami lembur, kami tidak lembur, sehingga tidak ada beban juga bagi kepentingan hari agama dengan kepentingan keluarga dan lain-lain untuk membantu kepentingan masyarakat,” tandasnya.