Wakil Gubernur Kalimantan Barat Christiandy Sanjaya mengatakan keterbatasan layanan kesehatan membuat 77 persen dari jumlah balita sasaran imunisasi di kawasan perbatasan rentan terkena campak.
"Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, terjadi kasus luar biasa (KLB) campak di beberapa desa di perbatasan," kata Wagub Christiandy Sanjaya saat dialog kesehatan di Pontianak, Jumat.
Hadir dalam dialog tersebut Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faishal Zaini.
Data dari Dinas Kesehatan Kalbar, dalam kurun waktu 2007-2009 terdapat 3.812 balita yang rentan terkena campak.
Ia menambahkan, kondisi itu merupakan akumulasi dari rendahnya tingkat imunisasi untuk balita di perbatasan.
Menurut Christiandy Sanjaya, perbaikan infrastruktur, akses kesehatan masyarakat, dan tenaga medis menjadi salah satu upaya penting untuk mengatasi hal tersebut.
Kalbar mempunyai lima kabupaten yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia Timur.
Sebanyak 99 puskesmas berada di daerah terpencil dan empat puskesmas di kepulauan.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar M. Subuh berjanji meningkatkan kapasitas imunisasi untuk campak bagi balita di perbatasan.
Pemerintah Pusat melalui APBN 2010 juga telah mengalokasikan bantuan operasional kesehatan untuk puskesmas di Kabupaten Sambas sebagai uji coba.
"Besarannya Rp100 juta mulai Maret selama 10 bulan," kata dia. (Antara)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
