Target Kota Pontianak untuk perbandingan Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas 50 persen 50 persen. Sedangkan target nasional tahun 2014 67 persen berbanding 33 persen. Kondisi tersebut disesuaikan dengan masing-masing daerah.
“Kita menyesuiakan kemampuan Kota Pontianak. Masing-masing daerah memiliki kemampuan yang berbeda-beda,” Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kota Pontianak, Dwi Suryanto, Jum’at (5/20).
Dikatakan olehnya bahwa kondisi Kota Pontianak saat lebih banyak SMA. Sementara itu untuk SMK sudah signifikan. Jumlah kelas satunyanya sekarang sudah 4. 397 murid, SMK kelas II 3. 598 murid, dan kelas III sudah sebanyak 3.257.
“Saat ini jumlah SMK di Kota Pontianak ada sebanyak 26 sekolah. 18 swasta, 7 negeri dan 1 SMTI. Total murid SMK berjumlah 11.332. Untuk SMA totalnya ada 56 SMA/MA negeri dan swasta. SMA negeri ada 9. Madrasah Aliyah negeri ada 2. Madrasah Aliyah swasta ada 13. jumlah murid SMA/MA sebanyak 17.612,” paparnya.
Melihat perbandingan SMA kelas 1 sebanyak 6.170, SMK kelas I sebanyak 4.397 Selisihnya sekitar 1.873. Banyaknya program kejuruan yang ditawarkan menyebabkan pencitraannya lebih baik. SMK bisa mencetak siswa mandiri dengan slogan “SMK Bisa” cukup signifikan. Ditambah dengan lomba di tingkat sekolah, tingkat kota, provinsi, nasional hingga Asia.
“Sekarang ini animo masyarakat dengan adanya program pencitraan smk semakin meningkat. Dengan SMK bisa dan kompetisi siswa tingkat sekolah, kota, provinsi, nasional hingga Asia anaimonya cukup bagus. untuk kota pontianak akan ada penambahan SMK baru, SMK Pelayaran,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Pontianak, Sutarmidji juga mengatakan bahwa Kota Pontianak akan membuka sekolah menengah kejuruan pelayaran. SMK tersebut bekerja sama dengan akademika pelayaran untuk menjadi perwira. melalui perekrutan untuk kerja pelayaran diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
