David Villa sebagai mesin gol, Andres Iniesta adalah pahlawan, namun tanpa seorang Xavi Hernandez, bisa jadi Spanyol tidak akan mengukir prestasi sebaik ini.
David Villa sebagai mesin gol, Andres Iniesta adalah pahlawan, namun tanpa seorang Xavi Hernandez, bisa jadi Spanyol tidak akan mengukir prestasi sebaik ini.
Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010 setelah mengkandaskan Belanda 1-0, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Iniesta menjadi el heroe dengan gol tunggalnya.
Delapan gol dikemas La Furia Roja dalam perjalanannya merengkuh titel. Mayoritas atau lima gol tersebut merupakan suntingan striker David Villa.
Namun figur terpenting di kubu Spanyol bukan Villa atau Iniesta. Dia adalah Xavi Hernandez yang menjadi otak permainan tim Matador.? Pemain Barcelona itu merupakan dirigen dari alur permainan tim yang paling mengalir di Piala Dunia 2010 tersebut.
Dikutip dari situs resmi FIFA, Xavi merupakan pemain yang paling banyak melepaskan operan yakni 669 dengan tingkat passes completion rate sebesar 81 persen.
Pemain yang mulai berseragam Spanyol sejak tahun 2000 itu paling banyak mengirimkan operan jarak menengah, 419 kali, dengan passes completion rate sebesar 86 persen.
Xavi juga menunjukkan diri sebagai pemain yang mampu membongkar pertahanan lawan. Meski lawan-lawan Spanyol pada umumnya bermain rapat, namun dia mampu melepas 15 umpan di kotak penalti lawan. Apa yang ditorehkan Xavi merupakan yang tertinggi yang terjadi di South Africa 2010.
Pemain kelahiran 25 Januari 1983 itu juga merupakan pemain yang paling "rajin" di sepanjang turnamen. Ia sudah melahap jarak sejauh 80,20 kilometer di Afrika Selatan. Saat Spanyol juara Piala Eropa 2008, Xavi juga menjadi pemain yang paling "hilir-mudik".
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
