You are here

Webb: Dua Jam Final Seperti di Neraka

Howard Webb mengakui beratnya memimpin laga final antara Belanda dan Spanyol. Wasit asal Inggris ini pun mengatakan bahwa itu adalah dua jam yang terberat dalam karirnya.
Howard Webb mengakui beratnya memimpin laga final antara Belanda dan Spanyol. Wasit asal Inggris ini pun mengatakan bahwa itu adalah dua jam yang terberat dalam karirnya.
Webb memang menjadi sorotan saat memimpin laga final di Soccer City, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Ia membuat rekor dengan mengeluarkan 13 kartu kuning dan satu kartu merah dalam satu pertandingan.

Tim Belanda adalah yang paling banyak mendapatkan hukuman dimana delapan pemain mendapatkan kartu kuning. Sedangkan kartu merah diberikan kepada pemain Belanda John Heitinga setelah mendapatkan kartu kuning kedua.

Tak heran jika pemain Belanda mengeluhkan kepemimpinan wasit diantaranya adalah Arjen Robben dan Dirk Kuyt. Webb pun mengungkapkan kepada rekannya bahwa dua jam di laga final tersebut seperti di neraka.

"Minggu malam adalah dua jam paling tersulit dalam karir saya. Secara fisik dan emosional terkuras tapi FIFA sangat mendukung, bukan hanya di final tapi juga performa kami keseluruhan di turnamen," ungkap Webb seperti dilansir dailymail.

Meski demikian, Webb kembali ke London, Selasa (13/7/2010), tidak terlalu membawa beban pikiran. Presiden FIFA Sepp Blatter menyatakan tidak menyalahkan seluruhnya pada performa wasit berusia 39 tahun ini tapi kurang fair play dari kedua tim.

Sementara salah satu tekel yang paling buruk dalam laga final tersebut ketika gelandang Spanyol Xabi Alonso mendapatkan tendangan di dada dari Nigel de Jong. Namun pemain Belanda ini hanya mendapatkan kartu kuning.

Alonso sempat mengkhawatirkan mengalami keretakan pada tulang dadanya. "Sekarang saya merasakan rasa sakit," ujar pemain Spanyol ini. Sedangkan De Jong telah mengakui bahwa dia layak mendapatkan kartu merah.