You are here

Piala Dunia Penuh Satwa

Piala Dunia 2010 penuh dengan satwa-satwa. Mulai dari julukan timnas yang berlaga di dalamnya, sampai hewan-hewan betulan yang ikutan meramaikan. Hasilnya Spanyol keluar jadi juara, sesuatu yang sudah diprediksi oleh seekor gurita peramal.

Piala Dunia 2010 penuh dengan satwa-satwa. Mulai dari julukan timnas yang berlaga di dalamnya, sampai hewan-hewan betulan yang ikutan meramaikan. Hasilnya Spanyol keluar jadi juara, sesuatu yang sudah diprediksi oleh seekor gurita peramal.

 

Benua Afrika terkenal dengan satwa-satwanya, dari yang liar sampai yang eksotis. Di tahun 2010, benua ini mendapat kehormatan menggelar piala dunia untuk kali pertama. Di sinilah berlaga 'Ayam Jago' Prancis, 'Tiga Singa' Inggris, 'Elang Super' Nigeria, 'Rubah Gurun' Aljazair, 'Singa Perkasa' Kamerun, 'Chollima' Korea Utara, 'Si Gajah' Pantai Gading dan 'Singa Oranye' Belanda.

Nah, selain "hewan-hewan" yang dicomot untuk julukan tim, satwa betulan pun urun peran. Paul, si Gurita Peramal, sangat menyedot perhatian.

Saat Piala Dunia 2010 berlangsung, Paul punya aktivitas tambahan yaitu melakukan prediksi hasil pertandingan yang melibatkan tim Jerman, negara tempat dia bermukim kini. Satu-satunya partai "tambahan" yang diramal Paul adalah final antara Belanda dan Spanyol.

Nama Paul mulai mencuri perhatian dalam skala besar setelah penghuni Sea Life Oberhausen itu menebak dengan tepat seluruh hasil pertandingan Jerman di fase grup, termasuk saat 'Der Panzer' secara mengejutkan kalah dari Serbia di laga kedua fase grupnya.

Menurut Direktur Hiburan Sea Life Daniel Fey, Paul memang sudah menunjukkan "bakat" tersendiri sedari dini. "Ada sesuatu dari cara dia menatap para pengunjung kami ketika mereka mendekati tangkinya. Itu aneh sekali, jadi kami mencoba mencari tahu apa bakat khususnya," katanya di travelio.net.

Sebenarnya Paul sudah mulai meramalkan partai-partai Jerman di Piala Eropa 2008. Namun, saat itu si gurita yang namanya diambil dari judul puisi karya Boy Lornsen, Der Tintenfisch Paul Oktopus, tersebut keliru meramal hasil partai final. Dia memilih Jerman yang pada kenyataannya dikalahkan Spanyol.

Seperti ada tren khusus, Paul bukanlah satu-satunya hewan yang "dikaryakan" jadi peramal. Ada sederet satwa lain yang ikut meramaikan Piala Dunia 2010 dengan ramalan-ramalan mereka, kendati tak seakurat Paul.

Di Kebun Binatang Chemnitz Zoo di Jerman, misalnya, yang penghuninya sudah keliru memprediksi laga Jerman di fase grup. Ada Leon Landak yang memilih Australia, Petty Kuda Nil yang menolak apel di atas jerami Serbia dan Anton Monyet yang memakan kismis perlambang Ghana.

Seperti diketahui, Jerman memetik kemenangan atas Australia dan Ghana, dan menelan kekalahan dari Serbia.

Ada pula Mani si Parkit, yang lahir di Malaysia dan kini berdiam di Singapura. Mani juga "kalah" dari Paul karena dia memilih Belanda memenangi partai final.

Setelah akhirnya ramalan terakhir Paul di Piala Dunia 2010 terbukti kebenarannya --'Tim Matador' menang 1-0 atas Oranje-- publik Spanyol pun ikut mengelu-elukan nama si gurita. Di Madrid, Yahoosports menemukan sebuah spanduk bertuliskan, "Paul Octopus, Selamanya!".
Dalam parade hewan di Piala Dunia 2010, hewan betulan atau yang hanya sekadar julukan, Paul memang yang paling mencuri perhatian.