You are here

Mueller Makin Mematikan

Jerman boleh tak menjadi juara pada Piala Dunia kali ini, tapi nama Thomas Mueller berkibar tinggi. Capaian penyerang muda Bayern Munich ini memang tak main-main.

Jerman boleh tak menjadi juara pada Piala Dunia kali ini, tapi nama Thomas Mueller berkibar tinggi. Capaian penyerang muda Bayern Munich ini memang tak main-main.

Masuk ke skuad Jerman setelah bermain impresif bersama Bayern sepanjang musim 2009/10, Mueller langsung merebut posisi tim inti. Bersama Miroslav Klose dan Lukas Podolski, ia menjadi tumpuan Jerman untuk menusuk pertahanan lawan.

Kepercayaan tersebut pun dibayar kontan olehnya. Mueller menjadi pemain tersubur Jerman dalam turnamen kali ini. Lima gol berhasil dicetaknya, melebihi catatan seniornya, Klose, yang mencetak empat gol.

Koleksi gol teranyarnya hadir pada laga perebutan tempat ketiga melawan Uruguay. Mueller membobol jala Fernando Muslera usai mencecar bola muntah hasil tendangan Bastian Schweinsteiger.

Ada satu catatan yang ia torehkan berkat gol tersebut. Dilansir oleh Opta, tendangan yang merobek jala Muslera tersebut adalah shots on goal-nya yang keenam di Piala Dunia ini. 

Itu artinya Mueller cukup mematikan untuk urusan finishing; mencetak lima gol dari enam shots on target.

Mueller juga membuktikan bahwa kehadirannya cukup vital bagi Jerman. Kala dirinya absen di semifinal, 'Tim Panser' menyerang dengan kaku sehingga Spanyol dengan mudah mematikan pergerakan mereka.

Maka, andai Mueller dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik dalam turnamen ini tentu itu tidak berlebihan. Di usianya yang baru 20, Mueller juga masih bisa menjadi harapan Jerman empat tahun lagi.