Kata dia, secara teknis UN hampir dengan UN SMA yakni tidak ada ujian ulangan. Sejauh ini persiapan UN yang telah dilakukan Disdik Kota Pontianak sudah membentuk sub rayon yang ada 6 di kecamatan, Kota Pontianak. Pontianak Utara sub rayon 1 dan 2, Pontianak Timur sub rayon 3 dan 4, Pontianak Selatan sub rayon 4 dan 5, Pontianak Tenggara sub rayon 7, Pontianak Barat sub rayon 8 dan 9, Kota 10 dan 11. “Kita siapkan 11 sub rayon se-Kota Pontianak, dan kita sudah menyusun pengawas ruang di tiap kecamatan,” katanya.
Selain kata dia, Disdik akan mengundang pengawas UN, dimana pengawas tersebut akan dikasi pengarahan dari segi materi, yang sudah disampaikan mengenai standar kompetisi kelulusan atau SKL, dimana melalui rapat koordinasi SKL ini sudah dibagikan di setiap sekolah di 6 kecamatan, dan ini sudah dua kali disosialisasikan.
“Untuk standar kelulusan ditentukan sekolah masing-masing, dan sistem pengawasannya tidak melibatkan perguruan tinggi, tapi diserahkan panitia di kecamatan tiap rayon masing-masing di bawah koordinasi Disdik Kota,” ujarnya.
Selanjutnya dia mengatakan, untuk menjaga keamanan lingkungan pihaknya akan mengundang polisi dan tidak diperkenakan masuk dalam ruangan ujian. Dia mengimbau agar orang tua dapat mengawasi anaknya saat belajar di rumah, dan orang tua diminta dapat mengembangkan SKL yang dibagikan dari sekolah, selain itu juga diharapkan masyarakat menjaga ketentraman lingkungan jangan sampai membuat keramaian waktu UN atau menjaga lingkungan tetap aman.
“Saya berharap tingkat kelulusan minimal seperti tahun lalu yakni 100 persen dari segi kuantitas, jangan 100 persen dengan kualitas yang rendah melainkan harus didukung dengan kuantitas yang tinggi,” harapnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
