Teknis pelaksanaan UN 2010 di daerah yang mengacu pada Prosedur Standar Oprasional (POS) dimana dalam pelaksanaannya diharuskan membentuk Tim Pemantau Independen (TPI) Provinsi dengan melibatkan Perguruan Tinggi Negeri dan Kepolisian Daerah., membuat dinas pendidikan provinsi Kalbar mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan UN yang tidak lama lagi dilaksanakan. Demikian diungkapkan Koordinator Pengawas (Korwas) UN 2010 Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Paimin Slamet di ruang kerjanya Selasa, (9/10).
Teknis pelaksanaan UN 2010 di daerah yang mengacu pada Prosedur Standar Oprasional (POS) dimana dalam pelaksanaannya diharuskan membentuk Tim Pemantau Independen (TPI) Provinsi dengan melibatkan Perguruan Tinggi Negeri dan Kepolisian Daerah., membuat dinas pendidikan provinsi Kalbar mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan UN yang tidak lama lagi dilaksanakan. Demikian diungkapkan Koordinator Pengawas (Korwas) UN 2010 Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Paimin Slamet di ruang kerjanya Selasa, (9/10).
Dikatakannya, bahwa pelaksanaan UN SMA/MA, SMALB, dan SMK melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) akan dijadwalkan serempak pada tanggal 22 – 26 Maret (utama), 29 Maret – 5 April (susulan) dan tanggal 10 – 14 Mei (ulangan) 2010.
“ untuk itulah Dinas Pendidikan Provinsi bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Kepolisian Daerah untuk membantu mengawasi dan mengamankan demi ketertiban penyelenggaraannya,” kata Paimin.
Paimin menambahkan, pemerintah telah menimbang dan menetapkan standar tempat untuk percetakan/ penggandaan naskah soal ujian. Karenanya, untuk percetakan/ penggandaan soal UN 2010, dinas pendidikan telah bekerja sama dengan Percetakan Muara Emas Pontianak.
“Percetakan ini dipandang telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, koordinator Tim Pemantau Independen UN 2010 dari Universitas Tanjungpura, Saeri Sagiman, mengaku, pihaknya bersama perguruan tinggi lainnya akan menempatkan masing-masing 2 orang pengawas untuk 1 sekolah.
“Kami bersama dengan tim dari perguruan tinggi yang terkait lainnya, akan menempatkan 2 orang tim Pengawas Independen untuk mengawasi 1 sekolah,” terang Saeri.
Demikian pula Kabid Humas Polda, AKBP Suhadi SW mengatakan bahwa kepolisian telah mempersiapkan diri dengan membentuk tim personil kepolisian serta intel dalam pengawasan ini. Keterlibatan dimulai sejak penyerahan hardcopy, penggandaan soal, pendistribusian, pelaksanaan dan terus berlanjut hingga Ujian Nasional selesai.
“Kami telah menempatkan beberapa personil sesuai dengan yang dibutuhkan.” Ujar Suhadi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
