You are here

SMAN 7 Gelar Lomba Menulis Angklung dan Kebudayaan

Permasalahan tentang budaya sering terjadi di Indonesia, ada pertanyaan, apakah masyarakatnya sendiri yang sudah melupakan kebudayaannya atau banyak yang belum mengenalinya.

“Masalah itu jadi salah satu permasalahan, kita mengadakan lomba penulisan angklung dan kebudayaan 2010 untuk merayakan hari jadi ekstrakurikuler angklung di SMAN 7 Pontianak ketiga pada 10 Oktober 2010,” kata Rahmadini, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan, Kamis, (2/9). Lomba penulisan dalam rangkaian Jambore Paduan Angklung tahun pertama.


Tujuan kegiatan lomba siswa SMP dapat berperan aktif mewujudkan kembali kepedulian sosial terhadap permasalahan-permasalahan kompleks tentang kebudayaan yang sering terjadi akhir-akhir ini khususnya angklung dan kebudayaan daerah, baik itu budaya daerah asalnya ataupun daerah lain.


“Banyak budaya kita yang diklaim (diakui) oleh negara lain. Kami ingin ada solusi agar budaya kita tetap menjadi budaya kita, ramah di negeri sendiri, dan dimainkan orang-orang kita sendiri,” tutur Rahmadini.


SMAN 7 Pontianak memiliki kegiatan ekstrakurikuler bernama Paduan Rumpun Angklung (PARULUNG), ini adalah ekstrakurikuler musik tradisional pertama di Kota Pontianak. Nama Parulung diadaptasi dari Paduan Angklung di Jawa Barat, di daerah sana disebut Keluarga Paduan Angklung. “Rumpun berarti serumpun, angklung di Kalbar dimainkan di dalam kawasan NKRI walaupun berasal dari Jawa Barat,” ujar Rahmadini.   


Tenggat naskah penulisan naskah dimulai 28 Agustus 2010, dikirim ke SMA 7 dari tanggal 5-15 Oktober 2010. Penilaian mulai tanggal 16-26 Oktober 2010. 10 pemenang terbaik akan dihubungi langsung oleh panitia 28 Oktober 2010.