Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas pertengahan 2010 akan menambah satu unit sekolah pendidikan menengah pertama (SMP) negeri 2 di daerah perbatasan Sajingan Besar dengan menelan anggaran sedikitnya Rp 1,7 miliar, termasuk bangunan asrama siswa dan guru. Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Sajingan Besar, Pawadi, Senin ( 19/4).
Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas pertengahan 2010 akan menambah satu unit sekolah pendidikan menengah pertama (SMP) negeri 2 di daerah perbatasan Sajingan Besar dengan menelan anggaran sedikitnya Rp 1,7 miliar, termasuk bangunan asrama siswa dan guru. Demikian diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Sajingan Besar, Pawadi, Senin ( 19/4).
Sekolah ini akan dibangun lima lokal kelas, siswanya mencapai ratusan orang. Sementara itu empat orang guru akan diperbantukan menangani sekolah itu.
“Sekarang SK tugas sudah dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan” jelasnya.
Sekolah itu akan dibangun di Dusun Batu Hitam, desa Senatap. Dipilihnya lokasi tersebut dinilai sangat strategis, dapat menjangkau siswa yang tinggal di daerah pedalaman, seperti desa Sungai Bening, Batang Air, Sawah, dan Batu Anang.
Sajingan merupakan daerah berbatasan langsung dengan Biawak, Malaysia. Di daerah itu baru dibangun 13 gedung SD, satu unit SMK, dan satu unit bangunan SMP, yaitu SMP Negeri 1 Sajingan.
“Tentunya dengan keberadaan bangunan SMPN 2, sangat menunjang bagi siswa perbatasan untuk mensukseskan pendidikan sembilan tahun,” imbuhnya.
Pawadi berharap, Pemkab Sambas menambah lagi bangunan sekolah yang sangat dinantikan masyarakat perbatasan Sajingan, yakni sekolah menengah atas (SMA).
“HInggaa saat ini banagunan SMA belum ada.” Kata Pawadi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
