Perayaan paskah yang bertepatan dengan Dies Natalis IMK V, kegiatan ini dirangkai sekaligus dan sengaja mengangkat tema “Bangkit bersama kristus teladan bagi semua orang,” yaitu melakukan penebusan-penebusan dosa dan diharapkan kita bangkit untuk hidup yang bisa memberikan cahaya dan sinar terang kepada orang lain.
Perayaan paskah yang bertepatan dengan Dies Natalis IMK V, kegiatan ini dirangkai sekaligus dan sengaja mengangkat tema “Bangkit bersama kristus teladan bagi semua orang,” yaitu melakukan penebusan-penebusan dosa dan diharapkan kita bangkit untuk hidup yang bisa memberikan cahaya dan sinar terang kepada orang lain.
“Paskah ini diadakan secara bersamaan dengan hari jadinya Dies Natalis IMK (Ikatan Mahasiswa Khatolik) untuk meningkatkan kualitas organisasi dan menerangi kehidupan kampus,” kata Ketua IMK Gregorius Rigen, Sabtu (17/4) malam di Aula STKIP Pontianak.
Ia mengatakan, kegiatan paskah merupakan program tahunan, kebetulan paskah hari ini bertepatan dengan ultah Dies Natalis IMK V dan tema Dies Natalis adalah biji sawit tumbuh menjadi pohon yang besar, mengapa tema ini yang dipilih ini diharapkan IMK menjadi organisasi yang besar dan mempunyai jaringan yang cukup luas.
“Untuk kedepannya IMK lebih bisa eksis, dinamis dan benar-benar menjadi organisasi kemahasiswaan yang memperhatikan organisasinya sendiri dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan sinar terang kasih di kehidupan kampus dan masyarakat,”katanya.
Ungkap Rigen mengharapkan program yang belum dijalankan dan terakomodir bisa dilanjutkan dengan baik serta dapat direalisasikan oleh organisasi IMK. Selain kegiatan Paskah, IMK juga melakukan kegiatan tahunan lainnya seperti Natal bersama, Baksos dan kegiatan kampus lainnya. “Dengan usia IMK yang ke V ini banyak kendala yang dihadapi terutama masalah intern yang cukup susah untuk diakomodir oleh anggotanya,” ungkapnya.
Rigen mengatakan, menginggat di STKIP ini ada program studi mahasiswa Khatolik, yang berjumlah 2000 lebih jadi untuk memberikan akses informasi kepada mereka untuk melakukan kegiatan seperti ini, hanya menempelkan penguman di dinding penguman kampus, selain itu kita juga menggunakan fasilitas yang diberikan kampus, walaupun tempatnya tidak terlalu besar menampung jumlah undangan yang mengikuti paskah.
“Selain itu yang menjadi tantangan adalah susah untuk menghimpun mereka dan kurangnya kesadaran mereka untuk rasa saling memiliki, untuk mengatisipasi hal tersebut kami sedang bsrusaha untuk memenuhi kebutuhan teman-teman organisasi dan mengakomodir semua itu, sehingga tumbuh rasa cinta dan memiliki organisasi yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik,’ujaranya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
