Hal ini ternyata sangat didukung oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Pontianak, Suhra Wardi bahwa dengan cara ini pihaknya bisa menambah kredit untuk naik jabatan.
“Kalau masalah buku atau LKS itu otoritas guru, karena guru yang lebih tahu yang buku yang digunakan sesuai dengan misi pelajaran,” katanya, Kamis (17/3) di ruang kerjanya.
Dia memberikan kepercayaan pada semua guru yang mengajar di sekolah tersebut, dan guru bisa mendapatkan semua materi dari penerbit buku manapun yang penting cocok dengan pendidikannya. Meski demikian, SMAN 2 Pontianak ternyata tidak menjual buku atau LKS, karena siswa diminta untuk membeli sendiri di toko buku.
“Saya berharap guru tidak terpaku hanya pada satu buku saja, karena materinya lebih luas, oleh karena itu pemerintah tidak melarang guru untuk membuat buku, karena berdasarkan pemantauan dia setiap guru mata pelajaran mempunyai satu kelompok yakni Kelompok Guru Mata Pelajaran (KGMP) dimana mereka berkumpul untuk membuat soal-soal pelajaran,” ujarnya
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
