Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan saat membuka orientasi dan pelatihan program pengembangan anak usia dini di Balai Praja, Kamis (17/3) pagi kemarin.
“Kegiatan posyandu akhir-akhir ini mengalami penurunan. Yang menjadi pertanyaan apakah petugas dan masyarakat mengalami kebosanan dengan aktivitas Posyandu yang terkesan monoton. Maka saya akan sangat senang bila kegiatan ini dilaksanakan untuk memodifikasi kegiatan posyandu atau bahkan menemukan cara baru supaya petugas dan kader posyandu serta masyarakat senang menjalankan dan mengikuti kegiatan posyandu,” ujarnya.
Wakil bupati juga merencanakan akan membentuk forum SKPD guna melakukan pembinaan dan kampanye prilaku hidup sehat dan kesadaran gizi di Kabupaten Sintang. Kegiatan tersebut juga menurutnya akan melibatkan unsur PKK, GOW, ormas
dan LSM yang punya perhatian terhadap dua hal penting tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Markus Gatot Budi menjelaskan saat ini dari sekitar 300 posyandu yang ada hanya 43 persen saja yang
aktif. Ia juga mengatakan dari angka kasus gizi buruk yang terjadi di daerah ini, maka ini membuktikan bahwa kegiatan imunisasi dan posyandu masih belum menunjukkan keberhasilan. Masih banyak anak-anak yang mengkonsumsi makanan dengan kandungan energi dan kalori yang sangat minim. Untuk itu menurutnya pihaknya akan melakukan penanganan khusus posyandu dengan berbagai modifikasi kegiatan di 5 desa dan kelurahan pada 10 posyandu yang tersebar di Kecamatan Sintang dan Sei Tebelian. 10 posyandu ini ke depan akan dijadikan pilot project untuk mengubah konsep posyandu.
“Kami juga menargetkan agar modifikasi kegiatan posyandu ini bisa masuk dalam program daerah,” katanya.
Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Adi Sulistiyono menjelaskan kegiatan pelatihan terlaksana karena ada kerjasama dengan Frontiers For Health Foundation (F2H) Bandung Jawa Barat. F2H merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penelitian kesehatan yang bertujuan menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi
masyarakat kelas bawah dan tidak terjangkau.
“Kegiatan ini untuk menjawab keprihatinan kita pada menurunnya kualitas dan kuantitas kegiatan posyandu di Kabupaten Sintang. Kegiatan ini akan menentukan desain baru kegiatan Posyandu,” jelasnya.
Pelatihan diikuti oleh 30 kader dari 10 Posyandu. Desain kegiatan baru ini tidak hanya menimbang kegiatan yang selama ini dilakukan, tetapi diupayakan agar petugas dan kader mampu membantu pertumbuhan otak anak dengan aneka permainan.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
