Hasil try out UN tahun ini, baik tingkat SMP dan SMA masih sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, ia menyarankan pihak sekolah, murid dan orang tua harus terus mendorong anak agar lebih giat belajar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pontianak, Marwardi belum lama ini.
Hasil try out UN tahun ini, baik tingkat SMP dan SMA masih sangat mengkhawatirkan. Untuk itu, ia menyarankan pihak sekolah, murid dan orang tua harus terus mendorong anak agar lebih giat belajar. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pontianak, Marwardi belum lama ini.
“Sudah dua kali try out yang dilaksanakan, namun angka kelulusannya masih diantara 50-60 persen. Artinya ada separuh pelajar kita yang tidak lulus,” kata Mawardi.
Dikatakannya, dengan waktu yang yang semakin mendekati UN, siswa harus mampu mendongkrak hasil belajarnya, sehingga angka kelulusan dapat ditingkatkan. Peran orang tua dan guru sangat besar dalam mengawasi cara belajar anak, agar benar-benar bisa meraih nilai kelulusan yang telah diharapkan.
“Masalah pendidikan tidak hanya tanggung jawab Disdik, guru dan orang tua, namun juga merupakan persoalan semua elemen masyarakat,” katanya.
Ditambahkannya, jebloknya hasil try out disebabkan kemampuan siswa yang kurang memadai terutama ditunjang dari segi belajarnya. Sementara upaya sekolah meningkatkan nilai siswa untuk kesuksesan UN telah dilakukan maksimal dengan melakukan berbagai upaya, berupa les dan pembelajaran intensif di tiap sekolah. Tujuannya, agar siswa siap menghadapi UN. Untuk itu, sekolah-sekolah dihimbau untuk melakukan proses pembelajaran tambahan untuk siswa kelas tiga. Dengan berbagai cara, seperti les, pembelajaran intensif hingga try out.
“Dengan cara itu, tentu kita berharap nilai ujian nanti bisa sangat memuaskan. Sedangkan mengenai target kelulusan, kita sulit menentukan. Namun, kami tetap berharap agar pencapaian kelulusan untuk tahun ajaran ini, bisa berhasil dengan baik,” kata Mawardi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
