Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Sebaiknya derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Tidak jarang, perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Demikian halnya dengan masalah yang ada di dunia pendidikan. Mulai dari kualitas siswa yang masih rendah maupun pengajar yang kurang profesional, membuat Bupati Melawi, Firman Muntaco semakin termotivasi untuk mengentaskan persoalan tersebut, khususnya di tanah Negeri Juang.
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Sebaiknya derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama dengan tuntutan zaman. Tidak jarang, perkembangan zaman selalu memunculkan persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Demikian halnya dengan masalah yang ada di dunia pendidikan. Mulai dari kualitas siswa yang masih rendah maupun pengajar yang kurang profesional, membuat Bupati Melawi, Firman Muntaco semakin termotivasi untuk mengentaskan persoalan tersebut, khususnya di tanah Negeri Juang.
“Dunia pendidikan di Melawi harus mengalami peningkatan kualitas setiap tahunnya, baik kualitas siswanya maupun tenaga pengajarnya,” ungkap Firman, saat memberikan sambutan pada acara wisuda kedua STKIP Melawi belum lama ini.
Dikatakannya, permasalahan utama sebenarnya bukan pada nilai anggaran saja. Terbukti, meskipun anggaran terus dinaikan, belum dapat mendongkrak hasil pencapaian hakikat penyelenggaraan pendidikan. Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukana secara terpisah-pisah. Tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh.
“Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kenaikan anggaran apabila kualitas sumber daya manusia dan mutu pendidikan di Melawi masih rendah,” katanya.
Ia pun masih melihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai.
“Kita harus melaksanakan perubahan kebijakan yang signifikan, sehingga kita dapat keluar dari masalah-masalah Pendidikan yang ada, khususnya di Kabupaten Melawi,” ajak mantan Dosen Hukum Untan ini.
Ditambahkannya, untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan penghargaan terhadap peran guru sebagai pilar utama pendidikan dan pembangunan bangsa maka posisi guru dan pendidik harus dihargai sebagai profesi yang mulia. Peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya meningkatkan gaji semata, melainkan pada saat yang bersamaan mutu pendidikan juga ditingkatkan.
“Jadi harus seimbang keduanya, agar tercapai seperti yang diharapkan,” ujarnya.
Lanjutnya, tidak mungkin ada sistem sistem persekolahaan berjalan baik tanpa kehadiran guru yang memadai mutunya, baik intelektual, sosial, personal, maupun kepribadian. Oleh karena itudiperlukan lembaga pendidikan seperti STKIP Melawi dalam rangka menyiapkan proses pendidikan bermutu. Sistem pendidikan yang baik harus dapat menyajikan pendidikan bermutu.
“Kita akan merasakan akibat amat berat dan negatif dalam seluruh aspek kehidupan apabila pendidikan kurang bermutu,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, pendidikan yang kita jalankan haruslah disesuaikan dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi serta seni agar tetap relevan. “karena kita tidak ingin tertinggal dan tak mau ditinggalkan,” pungkasnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
