You are here

Wagio Ripto Sumarto, Dirut SDM PTPN XIII Ingin Eksis Lewat Buku

Eksistensi seseorang dapat dilakukan melalui apa saja. Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PTPN XIII, Wagio Ripto Sumarto memilih eksis melalui buku.

Dia ingin hasil pemikirannya dapat diketahui orang lain. Juga ingin dikenang dan hasil pemikirannya dapat terus berlanjut walau pensiun nanti.

Keinginannya tersebut dibuktikannya dengan melauching buku perdananya. Berjudul Bagaimana Membangun Perkebunan Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan. Hasil karya Wagio itu, Rabu (17/3) dilaunching sekaligus dibedah di aula Kantor Direksi PTPN XII, Jalan Sutan Syahrir Pontianak.

“Saya ingin hasil pemikiran dan karya saya dikenang walau saat saya pensiun nanti, karena buku akan tetap ada hingga kapanpun,” ucap Wagio.

Dia ingin dengan karyanya ini bermanfaat bagi orang banyak. Terutama bagi generasi muda. Sehingga dengan buku dia dapat mendidik generasi mendatang.

“Menulis, obsesi saya sejak lama. Saya ingin eksis didunia perbukuan,” kata pria kelahiran Sanggau 56 tahun silam ini.

Buku perdana karya Wagio ini bertemakan tentang pertanian. Bidang yang digelutinya sejak tahun 1983 di PTPN XIII, dulu bernama PTP VII. Walau berlatar belakang sarjana Teknik Mesin dalam bukunya dia fasih menjelaskan seluk beluk membangun perkebunan sawit.

“Saya belajar banyak tentang pertanian secara informal, dari bawahan saya, baca buku-buku pertanian, hasil seminar. Setiap hal berkaitan dengan pertanian dalam seminar selalu saya catat dalam buku harian. Itu yang membuat saya tahu persoaln pertanian,” jelas Wagio tentang bagaimana dia menulis persoalan pertanian dalam bukunya.

Dia menyadari bukunya ini bukunya ini tidak serta merta dapat menjawab persoalan pertanian saat ini.  Minimal dapat dihadiahkan sebagai bahan bacaan untuk keluarga besar PTPN XIII. Sekaligus memotivasi semua pihak untuk terus membagikan hasil pemikiran melalui buku.

“Saya sadari buku ini jauh dari kata sempurna, tapi jangan jadikan kekurangan kendala untuk kita menyampaikan sesuatu kepada orang lain,” ujarnya.

Buku tentang Perkebunan Sawit Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan diambilnya juga menjawab perkebunan sawit yang menjadi soroton lingkungan belakangan ini.  Kelapa sawit saat ini menjadi komoditi andalan di Indonesia.

“Tentu ada hal positif dan negative. Hal negative perlu diatasi dengan konsep. Setidaknya dengan adanya buku ini ada solusi positif tidak hanya menyalahkan saja,”  jelasnya.

Hadir sebagai pembedah buku  Perkebunan Sawit yang Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan  Dekan Fakutas Pertanian, Radian, Kepala BLHD Kalbar, Darmawan, Pakar Komunikasi, Aqua Dwipayana dan salah satu staf PTPN XIII. Sebagai moderator Pimpinan Umum Hatian Borneo Tribune, Nur Iskandar.

Kepala BLHD Kalbar, Darmawan menyambut baik dilaunchingnya buku ini.

“Baik untuk khazanang akademik dan praktis. Karena dalam buku ini menjawab persoalan perkebunan sawit dari aspek social, ekonomi dan lingkungan berkelanjutan,” kata Darmawan.

Kedepan dia berharap aka nada lagi buku yang diterbitkan Wagio. Diantaranya buku panduan praktis perkebunan lahan kecial. Sehingga dapat menjadi panduaan bagi petani skala kecil.

Dekan Fakutas Pertanian, Radian juga mengapresiasi terbitnya buku ini.

“Akan jadi bahan bacaan mahasiswa pertanian khususnya,” ujar Radian.