Launching Car Free Day, Minggu (7/2) berlangsung sukses. Meskipun rencana semula akan diresmikan oleh Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora) Andi Alfian Mallarangeng tidak sesuai rencana, kegitan tetap berjalan.
Launching Car Free Day, Minggu (7/2) berlangsung sukses. Meskipun rencana semula akan diresmikan oleh Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (Menegpora) Andi Alfian Mallarangeng tidak sesuai rencana, kegitan tetap berjalan.
“Kegitan ini sukses. Kedepan lebih sukses lagi, inikan baru pertama. Keinginan masyarakat sangat besar, tinggal kita gerakkan, masyarakat kita ajak hidup sehat, jangan nunggu polusi benar, bagus dari awal dimulai,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji, yang ditemui di arena acara yang dipusatkan di Jalan MT Haryono.
Andi Mallarangeng yang masih di Lampung dan baru akan datang pada sore harinya ke Kalbar diwikili oleh isterinya Vitri Cahyaningsih untuk melaunching Car Free Day. Sebelum lanching car free day diawali dengan funbike bersama masyarakat umum sebagai bagian launching Bike To Work (B2W).
Komunitas (B2W) dan pengguna sepeda start di depan Hotel Grand Mahkota, lalu melalui rute Jalan Sidas, ke Jalan Rahadi Usman, Tanjungpura, masuk ke Jalan Pangsuma melewati Pelabuhan Seng Hie, keluar Jalan Barito dan kembali ke Jalan Tanjungpura, masuk Imam Bonjol, belok ke Jalan Daya Nasional, Bundaran Untan, ke Ahmad Yani dan finish di Jalan MT Haryono.
Dikatakan oleh Walikota Pontianak Sutarmidji bahwa Car Free Day akan rutin dilakukan setiap hari Minggu. Tahap awal masih di kawasan MT Haryono, A.Yani. Menurutnya kegiatan ini penting untuk diadakan dalam rangka mengurangi polusi udara.
“Kegitan ini rutin setiap minggu, sebulan sekali pasti. Untuk scope yang lebih besar seperti ini, akan kita atur setiap bulan. Nanti akan melibatkan instansi pemerintah dan BUMD yang ada di Kota Pontianak saat ulang tahun dan sebagainya . Setiap kegiatan olahraga seperti sepeda, jalan kaki dan olahraga lainnya akan kita pusatkan disini,” kata Sutarmidji.
Dikatakan oleh walikota bahwa kegitan Car Free Day harus terbebas dengan asap rokok. “Hari Car Free Day tidak ada yang boleh merokok. Saat Car Free Day ini kita adakan kalau yang mengikutinya merokok sama saja, asap kendaraan hilang tapi gantinya asap rokok yang banyak. Rokok tidak memberikan manfaat kesehatan sama sekali. Yang jelas rokok menjadi sumber penyakit kedepannya,” ujar Sutarmidji.
Sementara itu, Wakil Walikota Pontianak, Paryadi mengemukakan bahwa tahap uji coba, ruas jalan yang akan menjadi kawasan Car Free Day ini perlu diisi dengan aktivitas kemasyarakatan.
“Tentunya kalau seandainya jalan itu sudah tidak dilalui kendaraan, harus diisilah. Kita berharap masyarakat bisa mengisi areal ini dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, apakah itu kegiatan olahraga, kesenian dan berbagai kegiatan lainnya yang bersifat hiburan, kegitan ini juga bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga,” harapnya.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
