You are here

Sejumlah Pelajar Bentrok

Alih-alih memikirkan kelulusan, sejumlah oknum pelajar dari SMPN 3 Sungai Ambawang dan MTs Hidayatussibiyan usai ujian nasional (UN) malah bentrok, Rabu (27/4).

Salah seorang pelajar SMPN 3 Sungai Ambawang, Da, yang dikonfirmasi mengatakan, perkelahian tersebut berawal saat dia dan teman–temannya dalam perjalanan pulang. Namun di depan SMPN 3 Sungai Ambawang, mereka dicegat oleh sejumlah pelajar MTs Hidayatussibiyan.

Ternyata salah seorang oknum pelajar, MTs Hidayatussibiyan, Za (17), menantang Da dengan memacu kendaraan di Jalan Trans Kalimantan, namun dia menolak tantangan tersebut.

Saat dia ingin melanjutkan perjalanan, Za langsung memandang dengan kedua bola mata dibesarkan dan ini membuat Da tidak bisa terima dan seolah–olah ingin menelannya.

“Saya tidak terima dengan cara pandang orang itu, seolah–olah saya ini ingin ditelannya saja, saya coba tanya dia kenapa memandang seperti itu, eh dia malah mencaci maki saya dan kemudian teman saya, Ba langsung menampar anak itu,” cerita Da.

Dipicu penamparan tersebut, Za langsung memukul Da. Kondisi ini juga disambut teman–teman Da dengan mengambil sebatang kayu dan dihujamkan ke leher pelajar tersebut.

“Saya melihat teman saya dikeroyok. Saya sebagai teman pun tidak tahan melihat seperti itu, saya langsung memukul leher Za tersebut dengan sebatang kayu. Lagi pula kenapa pelajar itu ingin menjadi raja di sekolah kami ini, dia kan hanya numpang di sekolah kami ini,” papar salah seorang pelajar SMPN 3 Sungai Ambawang, Ba.

Sedangkan Za saat dikonfirmasi hanya mengatakan, “Antara siswa MTs Hidayatussibiyan dan SMPN 3 Sungai Ambawang hanya kesalahpahaman saja,” ujarnya.

Sekitar 10 menit, sejumlah oknum pelajar kedua sekolah ini saling baku hantam. Tak berselang lama, anggota Polsekta Sungai Ambawang datang ke lokasi kejadian dan langsung memisahkan mereka dan digiring ke Mapolsekta Sungai Ambawang guna dimintai keterangannya lebih lanjut.

Kapolsekta Sungai Ambawang, AKP. Sri Harjanto saat dikonfirmasi membenarkan perkelahian antara sejumlah oknum pelajar SMPN 3 dan MTs Hidayatussibiyan.

“Untuk sementara pelajar SMPN 3 dan MTs Hidayatussibiyan ini tidak kita lakukan pengamanan selama 24 jam, mengingat mereka kelas tiga yang keesokan harinya juga masih mengikuti pelaksanaan  UN tahun 2011. Polisi hanya membuatkan surat pernyataan yang ditandatangani oleh masing–masing kepala sekolah dan pelajar tersebut agar tidak mengulangi perbuatan yang mencoreng nama sekolah,” ujar Kapolsek.

Kapolsek juga mengatakan, MTs Hidayatussibiyan menginduk di SMPN3 Sungai Ambawang dalam pelaksanaan UN tahun ini. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pelajar SMP yang mengikuti pelaksanaan UN tahun 2011 untuk tidak melakukan hal–hal yang dapat mencoreng nama baik sekolah dan agar lebih fokus belajar untuk mendapatkan nilai yang lebih baik.