Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdi Assovie, mengatakan saat ini kaum perempuan sedang menjalani status ganda, yakni sebagai ibu dan istri. Bahkan kaum perempuan juga dituntut bekerja di luar rumah sebagai wanita karier dalam berbagai aspek kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Dalam berbagai kasus, dampak sosial yang ditimbulkan karena adanya perempuan karier sangat besar.
“Disinilah pembagian tugas di dalam maupun di luar menjadi sangat penting pada kondisi perempuan masa kini yang ingin menjalankan peran ganda,” ungkap Sekda Provinsi Kalbar, M Zeet Hamdi Assovie, di Hotel Orchadz, Rabu (20/4).
Menurutnya, apabila dilihat dari kebijakan pembangunan kesejahteraan dan pembangunan anak, telah banyak dilakukan oleh pemerintah. Namun dinamika pembangunan tidak membawa dampak yang tidak selalu positif dan menguntungkan bagi anak-anak secara alamiah untuk memerlukan perlindungan. “Anak berada pada posisi rawan terhadap tindak kekerasan, pelecehan, eksploitasi, dan perlakuan salah lainnya,” jelasnya.
Untuk menyusun kebijakan perlindungan anak yang holistik, sambung M Zeet, perlu dikembangkan berbagai model pendekatan, strategi pembangunan yang sesuai dengan karakteristik permasalahan anak.
“Permasalahan perempuan dan anak perlu dikaji permasalahannya melalui pertimbangan-pertimbangan hasil kajian obyektif sebagai syarat pembangunan di Indonesia, termasuk peranan perempuan dan anak-anak,” kata Sekda Provinsi Kalbar.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
