Nasionalisme tercipta lewat apa saja di mana saja, salah satunya bisa melalui pementasan teater. Saat nasionalisme bangsa ini separuh tergadai, namun anak-anak muda penggiat seni menggrap satu karya Putu Wijaya sebagai wujud edukasi untuk menyebar nilai-nilai nasionalisme.
Nasionalisme tercipta lewat apa saja di mana saja, salah satunya bisa melalui pementasan teater. Saat nasionalisme bangsa ini separuh tergadai, namun anak-anak muda penggiat seni menggrap satu karya Putu Wijaya sebagai wujud edukasi untuk menyebar nilai-nilai nasionalisme.
“Ceritanya bermula saat masyarakat berkumpul disatu tempat hendak upacara bendera, ketika orang-orang itu tengah senang-senangnya tiba-tiba bendera hilang, dari situ timbul rasa nasionalisme yang tinggi, rasa cinta tanah air. kan judulnya Blong, bendera itu hanya symbol. Kemerdekaan itu adanya di hati,” kata Sutradara Blong, dari Sanggar Seni Pituah Enggang, M.Faozi Yunanda, Minggu (7/2) di Taman Budaya Kalbar.
Menurutnya bendera yang hilang itu tidak hilang. Sebenarnya bendera itu ada di hati rakyat Indonesia itu sendiri. Bendera itu tidak perlu dicari, karena bendera itu hanya symbol persatuan dan kesatuan. Yang terpenting bagaimana mengisi dan menyikapi kemerdekaan.
“Banyak orang yang teriak merdeka, dibilang merdeka kita sudah merdeka, tapi baru sampai gerbangnya. Kita belum merdeka seutuhnya,” ujar Ozi.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
