You are here

Menanam Pohon Antisipasi Pemanasan Global

Memperingati hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) telah melakukan penanaman serentak one man one tree (OMOT), Kamis (17/12) kemarin, di Komplek Rumah Betang Insilup Desa Sei. Mawang Kecamatan Kapuas.

Memperingati hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional, Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) telah melakukan penanaman serentak one man one tree (OMOT), Kamis (17/12) kemarin, di Komplek Rumah Betang Insilup Desa Sei. Mawang Kecamatan Kapuas.

Kadis Hutbun, Sumadi Haryoko,  menyampaikan,  dasar penyelenggaraan peringatan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional Kabupaten Sanggau tahun 2009 berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008, menetapkan tanggal 28 November sebagai hari menanam pohon Indonesia dan bulan Desember sebagai bulan menanam nasional.

Gerakan penanaman satu orang satu pohon (one man one tree) Kabupaten Sanggau tahun 2009 untuk bermaksud agar lebih meningkatkan kepedulian masyarakat serta semua stakeholder yang peduli dengan lingkungan hidup, tentang pentingnya menanam dan memelihara pohon yang berkelanjutan, sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pemanasan global dan untuk mencapai pembangunan yang ramah lingkungan serta pelestarian alam beserta plasma nutfah yang ada di dalamnya.

”Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran menanam dan memelihara pohon, kepada seluruh masyarakat agar aktivitas menanam dan memelihara pohon menjelma menjadi sikap atau budaya di dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Pohon yang ditanam antara lain, pohon belian, meranti, pekawai, keladan, matoa, gaharu, petai, mahuni, sungkai dan pohon durian. Sasarannya adalah sesuai dengan keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 590 Tahun 2009 yakni tertanamnya 410.000 pohon bibit berbagai jenis tanaman berkayu pada bentang alam Kabupaten Sanggau.

Wakil Bupati, Poulus Hadi, sempat kecewa dengan kepala SKPD yang enggan datang pada acara penanaman pohon  tersebut dan melontarkan pernyataan agar Sekda menindaklanjuti setiap agenda yang telah dijadwalkan.

”Jangan jadikan momen menanam pohon sebagai acara seremonial dan jangan beralasan lantaran mengurusi keuangan saja sehingga kegiatan seperti ini dikesampingkan,” kesal Paolus.

Ia menyampaikan bahwa kita perlu membudayakan kegiatan menanam dan memelihara pohon, untuk menghindari  terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim, yang dikarenakan pembakaran bahan bakar fosil terlalu berlebihan sehingga menyebabkan efek rumah kaca dan sebagian bumi mengalami curah hujan berlebihan dan kekurangan.

Luas wilayah Kabupaten Sanggau kurang lebih 1.285.770 hektar, dengan lahan kritis Kabupaten Sanggau seluas 282.200 hektar, baik yang berada di dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan. Kritisnya lahan terutama di daerah tangkapan air, secara signifikan telah menyebabkan terjadinya penurunan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dalam menahan dan menyimpan air.

Selain itu, terjadinya peningkatan penularan penyakit-penyakit yang dibawa oleh serangga atau bakteri yang hidup di air, seperti demam berdarah dan malaria. Dikarenakan terjadinya peningkatan emisi karbon yang berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi dan degradasi lahan hutan yang berlebihan, yang mempengaruhi terjadinya perubahan pola musim yang tidak menentu dan terjadinya kenaikan permukaan air laut.

Paolus berharap penanaman dan pemeliharaan pohon terus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tulus ikhlas, untuk memberikan kontribusi yang positif terhadap upaya penurunan pemanasan global dan mengendalikan perubahan iklim yang membahayakan keselamatan warga dunia.

Usai memberikan kata sambutan, wakil bupati menyerahkan bantuan bibit omat karet unggul sebanyak 621.000 batang dan pupuk kepada kelompok tani Kecamatan Kapuas dan Parindu guna peremajaan karet rakyat untuk 1.150 hektar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sanggau.