You are here

Lembaga Bimbel Tak Boleh Bocorkan Soal dan Jawaban

Koordinator Primagama area Kalbar, M. Samsul Mu’arif, menegaskan Primagama tidak memberikan bocoran soal maupun jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SMP tahun 2011, di Provinsi Kalbar kepada para anggota bimbingan belajar (bimbel) Primagama yang menjadi peserta UN, Senin (25/4).

“Primagama hanya memberikan refrensi UN tahun 2011, kemudian berpaku kepada SKL serta memberikan soal try out setiap harinya kepada anggota Primagama yang mengikuti UN tahun 2011. Jadi tidak dibenarkan lembaga bimbel Primagama bisa memberikan bocoran soal maupun jawaban UN tahun 2011, karena itu merupakan rahasia negara, jadi tidak boleh dibongkar oleh siapa pun,” tegas Samsul Mu’arif.

Menurutnya, internal kelulusan UN yang diterapkan adalah 5,5. Namun dari Primagama sendiri menerapkan kepada anggotanya yang mengikuti UN tahun 2011, dengan nilai standar 7.00. Hal ini telah disampaikan kepada orangtua sehingga mereka dapat memberikan masukan kepada anak–anaknya.

“Jika nilai standar UN adalah 5,5, maka anggota Primagama yang mengikuti UN tahun 2011 nanti kita anggap aman, namun dengan nilai standar yang kita berikan 7,00 itu, mungkin ada masalah di mata pelajaran seperti matematika,” ujarnya.

Dirinya mengimbau kepada peserta UN tahun 2011 di seantero Provinsi Kalbar untuk tidak mencari–cari kebocoran soal maupun jawaban UN serta melakukan kecurangan. Karena apabila hanya ingin lulus dengan kebocoran soal dan jawaban, maka sebaiknya tidak usah masuk sekolah, karena tidak ada artinya jika lulus dengan mencari serta menggunakan kebocoran soal maupun jawaban.

“Jadi percayalah pada diri sendiri dan rajinlah belajar jika ingin lulus dan mendapatkan nilai yang baik,”.

Sementara itu terkait isu melalui pesan singkat tentang kebocoran soal UN, Kepala Sekolah SMPN 21 Pontianak, M. Komar, mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi seputar isu tersebut. Meski demikian, dia menegaskan apabila isu tersebut merambah ke sekolah, maka hendaknya para siswa agar tidak mempercayai isu-isu tersebut.

“Selama ini kita sudah sering melakukan sosialisasi dengan siswa–siswi agar tidak mempercayai beredarnya isu–isu tentang bocoran soal UN dan sejauh ini siswa kita tetap percaya diri dalam menghadapi UN,” tegas Komar.

Bahkan dirinya menambahkan, anak didiknya yang akan melaksanakan UN sudah menyiapkan fisik maupun metal. Pihak sekolah juga telah memberikan bimbel secara rutin kepada siswa yang akan menghadapi UN.

“Kami yakin siswa kami akan lulus 100%, di sisi lainnya siswa juga harus optimis dengan kemampuan yang dimilikinya dan diminta kepada siswa agar tidak mengharapkan isu–isu sms yang tidak benar, karena itu akan menyesatkan bagi siswa,” pesan dia.

Masih kata Komar, “Jika seandainya terdapat oknum guru yang melakukan kecurangan dengan membocorkan soal UN dan memperjualbelikan kepada siswa, maka oknum guru tersebut akan diberi sanksi serta akan melaporkan kasus ini ke Diknas Pendidikan  Kota untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi SMPN 21 Pontianak yang akan mengikuti UN, Indah Heryanti, mengatakan dirinya telah siap untuk menghadapi UN. Terlebih dirinya mengaku sudah maksimal menyiapkan diri dengan belajar secara sungguh-sungguh.

“Lebih baik kita mengerjakan soal UN dengan kemampuan kita sendiri daripada terhanyut dengan kunci jawaban melalui sms, karena belum tentu itu benar jawabannya dan mungkin saja jawaban itu menyesatkan kita sehingga menjadi tidak lulus,” ujarnya.