Media massa berperan penting dalam mengangkat beragam isu di perbatasan namun tetap dalam tatanan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Media massa berperan penting dalam mengangkat beragam isu di perbatasan namun tetap dalam tatanan kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia."Jangan selalu berpikir stereotip, atau berpikir negatif terhadap suatu masalah," kata Koordinator Staf Ahli Perum LKBN ANTARA Aat Surya Safaat saat Seminar Nasional bertema "Menjadikan Pers Sebagai Salah Satu Elemen Percepatan Pembangunan Perbatasan" di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Senin.
Menurut dia, seorang wartawan juga harus berpikir strategis dalam pemberitaan mengenai isu-isu di perbatasan. "Berpengaruh terutama terhadap pertahanan, keamanan," katanya.
Ia menambahkan, peran media untuk percepatan pembangunan di perbatasan di antaranya berupa kerja sama media pusat dan lokal dalam menggarap isu-isu tersebut.
Kemudian, kerja sama antara media dengan pihak pertahanan keamanan dan instansi terkait.
"Kondisi itu perlu didukung pembangunan infrastruktur di bidang teknologi informasi," kata wartawan senior di Perum LKBN ANTARA itu.
Ia sepakat perlu komitmen total dari pemerintah untuk membangun kawasan perbatasan.
"Misalnya di Batam, Pemerintah Pusat dan daerah dengan totalitas membangun daerah tersebut," kata dia.
Namun, lanjut dia, wartawan juga harus banyak membaca supaya mengetahui secara jelas permasalahan yang akan ditanyakan menyangkut nasionalisme.
Ia mencontohkan ketika masalah Ambalat mencuat di berbagai media massa nasional selama berhari-hari. Berbagai elemen masyarakat pun ikut menyatakan kesediaannya untuk berperang demi Ambalat.
"Padahal, Ambalat merupakan blok minyak bumi dan gas yang berada di lautan, bukan di daratan," katanya.
Sementara Pemimpinan Umum Harian Borneo Tribune Pontianak Nur Iskandar mengatakan, koran publik dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kesenjangan informasi masyarakat di perbatasan dan daerah terpencil lainnya.
"Dengan bersinergi antara media lokal dan pusat, kesenjangan informasi itu dapat diatasi secara bersama-sama dan bertahap," kata Nur Iskandar.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
