Sejumlah aktivis HMI dan alumni HMI Kalimantan Barat, Senin (8/3) malam berkumpul di Sekretariat HMI Cabang Pontianak, Jalan KH. Wahid Hasyim 229 A Pontianak. Mereka menyikapai aksi penyerangan aparat kepolisian terhadap secretariat HMI Cabang Makassar yang berbuntut pada bentrokan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Sejumlah aktivis HMI dan alumni HMI Kalimantan Barat, Senin (8/3) malam berkumpul di Sekretariat HMI Cabang Pontianak, Jalan KH. Wahid Hasyim 229 A Pontianak. Mereka menyikapai aksi penyerangan aparat kepolisian terhadap secretariat HMI Cabang Makassar yang berbuntut pada bentrokan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Kalbar, Hamka Siregar mensinyalir adanya rekayasa pembenturan HMI dengan masyarakat atas kasus Makassar.
“Rekayasa membenturkan HMI dengan masyarakat adalah sesuatu yang tidak realistik, tidak sejalan dengan ruh perjuangan HMI serta sebuah bentuk manipulasi atas fakta sejarah yang ada,” kata dia.
Dijelaskannya HMI didirikan di Jogjakarta 5 februari 1947 memiliki dua komitmen utama, yaitu komitmen kebangsaan dan komitmen keummatan. Kelahiran tersebut menjadi bagian dari denyut nadi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa, berjuang bersama rakyat dan menumpas PKI di Indonesia.
Empat fase sejarah bangsa telah dilalui HMI mulai dari fase revolusi, Orde Lama, Orde Baru, sampai pada fase Reformasi. Kata Ketua STAIN Pontianak ini sumbangsih dan kontribusi HMI terhadap bangsa tidak bisa diabaikan.
“Spirit perjuangan HMI adalah spirit kejuangan NKRI dan keummatan , karena itu eksistensi HMI selalu konsisten dengan perjuangan membela kepentingan rakyat karena HMI adalah anak kandung bangsa. Oleh karena itu HMI tidak bisa dipisahkan dari perjuangan bangsa dan umat,” ungkap dia.
Kekerasan yang terjadi di Makassar disinyalir melumpuhkan gerakan HMI yang selama ini mengawal kebijakan pemerintah, terutama dalam kasus Bank Century. Keyakinan tersebut diyakini pula oleh Ketua Badan Koordinasi (BADK0) Kalbar, Ridwansyah.
“Selama ini HMI terus mengawal kasus Bank Century ini. Bisa saja penyerangan dan upaya membenturkan masyarakat dengan HMI untuk menghentikan perjuangan teman-teman HMI. Tapi yang pasti HMI tidak akan pernah dapat dihentikan oleh kekuatan manapun dalam memperjuangkan penegakkan kebenaran, sehingga HMI tidak mungkin dapat direkayasa untuk dibenturkan dengan masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Ketua KAHMI kota pontianak,Viryan Azis mengatakan sejak dulu HMI tidak pernah punya tradisi aksi anarkis/kekerasan.
“Perlu diungkap tuntas motif dan aktor intelektual dibalik penyerangan sekretariat HMI berbuntut pada benturan mahasiswa dengan masyarakat,” katanya.
Ketua KAHMI Kalbar, Zumri Bestado mengingatkan agar dalam menyikapi persoalan ini kader HMI lebih arif.
“Jangan malah disikapi denga anarkis, apalagi sampai merusak fasilitas umum dan mengganggu ketertiban masyarakat,” ingatnya kepada kader-kader HMI se Cabang Pontianak.
Konsolidasi HMI ini dihadiri kade HMI se cabang Pontianak, Pengurus Badko Kalbar dan beberapa Alumni HMI. Tampak diantaranya anggota DPRD Kalbar, Mustafa MS, Mantan Ketua Umum HMI, Abriyandi, Imam Muhadi, Mantan Pengurus Besar HMI, Rasiam, DoseN STAIN, Abdul Hadi dan lainnya.
Pertemuan tersebut menghasilkan pernyataan sikap bersama. Penyataan sikap ini nantinya akan dikirimkan kepada Kapolri dan ditembuskan ke Polda se Indonesia.
Isinya pertama, HMI tidak akan pernah dapat dihentikan oleh kekuatan manapun dalam memperjuangkan penegakkan kebenaran, sehingga HMI tidak mungkin dapat direkayasa untuk dibenturkan dengan masyarakat. kedua, HMI anti kekerasan. Untuk itu HMI menuntut kepada Kapolri untuk segera mengusut tuntas serta menindak tegas pelaku perusakan dan pemukulan aktivis HMI di sekretariat maupun di Mapolwil Makassar.
Butir ketiga berisi HMI menjunjung tinggi supremasi hukum. Untuk itu HMI tetap meminta agar kasus Century segera diselesaikan secara hukum. dan keempat Meminta Kepada Kapolri untuk berhati-hati dalam menyikapai isu-isu yang ada agar tidak menciderai rasa nasionalisme serta menghindari ancaman disintegrasi bangsa.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
