You are here

Hindari Blok Seat Penjualan Tiket Angkutan

Mnjelang lebaran, di berbagai terminal angkutan di Pontianak, calo tiket bertebaran. Di Pelabuhan Senghie misalnya, menemukan calo mudah, mereka menunggu di jalan masuk dengan mengacungkan tiket, bahkan mengejar penumpang yang akan naik ekspres ke Ketapang.

Tak terkcuali di bandara Supadio, dugaan banyaknya calo tiket pesawat membahayakan penumpang, karena nama dalam ntiket bukan lagi nama p[enumpang, namun nama orang lain, harganya pun bisa di atas harga normal.

Anggota Komisi C, DPRD Provinsi Kalbar,  M. Syafrani mewanti-wanti agar tidak maskapai penerbangan tidak menaikan harga tiket diatas tarif batas atas penumpang.

“Maskapai jangan sampai tidak mengontrol harga penjualan tiket, sehingga harganya diatas standar yang ditetapkan pemerintah,” terang legislator PDIP itu.

Peringatan ini menurut Syafrani, demi kenyamanan penumpang, karena ada indikasi praktek percaloan, dengan teknik blok seat, atau membeli tiket banyak dengan nama satu orang, “Kita minta maskapai hanya mencek in tiket yang sesuai nama penumpang yang berangkat,” tegas legislator Dapil kota Pontianak ini.

Saat ini, Bandara Supadio melayani delapan maskapai penerbangan yakni Garuda, Batavia, Lion, Karl Star, Mandala, Sriwijaya, Trigana, dan IAT. Bandara Supadio Pontianak berada di Kabupaten Kubu Raya, merupakan Bandara terbesar di Kalbar yang melayani sekitar 1.200 hingga 1.700 penumpang setiap hari ke berbagai rute, dengan 22 kali penerbangan dalam sehari. Pesawat yang digunakan umumnya jenis Boeing 737 seri 200-400.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor KM. 26 tahun 2010, badan usaha angkutan udara niaga berjadwal tidak diperkenankan menetapkan tariff normal melebihi tariff batas atas. Selain itu juga badan usaha angkutan niaga berjadwal harus menginformasikan tarif normal kepada pengguna jasa melalui media cetak dan media elektronik sebelum diberlakukan, yang paling penting harus sesuai tingkat pelayanan.