You are here

Dugaan Kebocoran Jawaban Soal UN

Sekretaris Komisi D DPRD Provinsi Kalbar, Andry Hudaya Wijaya, mengaku mendengar informasi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Alexius Akim, bahwa diduga telah terjadi kebocoran jawaban soal Ujian Nasional (UN) di Kalbar.

Kata Andry, informasi itu diperolehnya ketika Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Alexius Akim, sedang menjawab pertanyaan wartawan seputar adanya informasi kebocoran jawaban soal UN di Kalbar, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin (18/4) siang.

“Ada yang membagikan lembar jawaban. Tapi apakah itu merupakan jawaban yang benar atau hanya orang iseng, saya belum bisa memastikannya,” kata Andry Hudaya Wijaya menyitir ucapan Alexius Akim ketika menjawab pertanyaan wartawan.

Mendengar informasi itu, legislator Partai Golkar itu langsung mengharapkan agar Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar segera mencari kebenaran atas informasi tersebut.

Menurutnya, jika memang benar terjadi kebocoran jawaban soal UN di hari pertama pelaksanaan UN di Kalbar, maka hal itu harus segera disikapi secara serius. Bahkan dirinya menegaskan agar pihak Disdik tidak menutup informasi tersebut, melainkan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Sejauh ini pelaksanaan UN di Kalbar pada hari pertama berjalan lancar tanpa ada hambatan berarti. Kita berharap situasi kondusif seperti ini dapat terus berjalan hingga pengumuman hasil UN nanti. Namun mengenai informasi yang diberikan Kepala Disdik Kalbar sendiri terkait adanya dugaan kebocoran jawaban maka pihak Disdik Kalbar harus mengkroscek informasi tersebut,” tegasnya.

Dia mengharapkan Disdik Provinsi Kalbar harus proaktif melakukan pengawasan serta pemantauan di lapangan terkait pelaksanaan UN. Sehingga pihak Disdik tidak hanya menerima laporan dari para pengawas di lapangan, melainkan bisa ikut secara langsung melakukan pengawasan.

“Apabila ditemukan adanya kebocoran jawaban soal UN, segeralah berkoordinasi dengan pihak berwajib agar bisa segera ditindaklanjuti. Kalau perlu pelaku–pelaku pembocoran jawaban UN segera diproses hingga divonis oleh pengadilan,” timpal Andry Hudaya.

Sementara itu, ketika hendak dikonfirmasi terkait informasi seputar dugaan kebocoran jawaban soal UN, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, Alexius Akim, sedang tidak berada di kantornya. Namun, ketika dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak dingkatnya. Begitu pula ketika dikirimi pesan singkat untuk meminta waktu untuk keperluan wawancara seputar hal tersebut, juga tidak dibalas oleh Kadisdik Provinsi Kalbar tersebut.

“Kepala Dinas sedang keluar dan kemungkinan lama perginya. Dan biasanya kepala dinas dan para kabid lagi sibuk saat berlangsungnya UN seperti sekarang ini,” ujar salah seorang security di Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar.

Polda Kalbar siap terima laporan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP. Mukson Munandar, mengatakan Polda Kalbar siap menerima laporan apabila terjadi kebocoran jawaban soal UN. Bahkan dirinya menegaskan pihaknya siap melakukan penyelidikan serta penyidikan apabila informasi itu merupakan fakta di lapangan.

“Di dalam pengawasan keamanan yang dilakukan Polda Kalbar dan jajaran, kami sudah melakukan pengawasan dan pengawalan yang ketat. Yakni mulai dari pengawalan pengantaran soal jawaban dari percetakan hingga sampai ke Dinas Pendidikan, kemudian mengawal soal dari Dinas Pendidikan hingga ke sekolah yang melaksanakan UN juga kita kawal dengan ketat,” ujar Mukson.

Perwira menengah polisi dengan dua melati di pundaknya itu menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengamanan serta pengawalan hingga pengumuman UN mendatang. Selain itu, sambung dia, anggota Polda Kalbar juga ditempatkan di sekolah–sekolah yang melakasanakan UN. Dimana paling banyak dua personil anggota berpakaian dinas serta ada pula pengawasan dari anggota yang menggunakan pakaian pereman.

“Yang jelas kita siap menerima laporan jika ada kebocoran jawaban soal UN dan siap menindak tegas pelaku–pelaku pembocoran jawaban tersebut. Karena ada Undang–undang yang mengatur hal ini, karena soal dan jawaban UN merupakan rahasia negara. Jadi tidak boleh dibocorkan oleh siapapun,” tegas Mukson Munandar.