You are here

Birokrasi Keuangan Jangan Hambat Prestasi Atlet

Keterlambatan kucuran dana membuat cabang olah raga (cabor) yang akan diperlombakan dalam pra PON belum bisa memulai latihan di Pelatda. Padahal KONI Kalbar telah memberikan jatah untuk melakukan latihan selama empat bulan.

“Saya berharap birokrasi keuangan tidak menghambat proses pelaksanaan program. Pelatda pra PON ini merupakan salah satu bagian program untuk menyiapkan atlet dalam menuju sukses PON yang lebih baik dari sebelumnya,” tegas anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. Zulfadhli, baru-baru ini.

Menurutnya, anggaran untuk pra PON di seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Kalbar sudah dianggarkan. Hal itu tinggal mengharapkan wewenang dari Gubernur Kalbar agar mendorong serta mempercepat dalam proses birokrasi keuangan tersebut.

“Jangan sampai birokrasi keuangan menjadi penghambat dalam mencari atlet menuju PON ke depan. Jadi tidak ada alasan lagi dalam persiapan PON itu terkendala kucuran dana,” jelas Bang Zul sapaan akrab Zulfadhli.

Legislator Partai Golkar itu mengimbau agar atlet-atlet Kalbar bersungguh-sungguh dalam memajukan prestasi olahraga di Provinsi Kalbar. Jangan sampai kendala keterlambatan kucuran dana malah melemahkan semangat olahraga para atlet.

“Disatu sisi kita berharap agar KONI dapat terus mendorong dan mempercepat kucuran dana tersebut. Namun di sisi lain, diharapkan atlet Kalbar dapat terus memotivasi diri agar terus berlatih secara mandiri. Yang jelas bantuan itu pasti akan segera mencair,” terangnya.

Dirinya juga berharap agar prestasi Kalbar dalam PON dapat meningkat. “Baik itu dari prestasi perolehan medali maupun rangkingnya,” harap Zulfadhli.