You are here

Arah Kiblat Kalbar Tidak Berubah

Arah kiblat dimana ka’bah menjadi acuan arah ketika umat Islam melakukan ibadah shalat, merupakan syarat utama sahnya shalat, namun beruntung isu berubahkanya arah kiblat seperti yang terjadi di Jawa Tengah usai gempa bumi, tidak terjadi di Kalbar.

”Akibat gempa bumi lalu, disinyalir banyak letak masjid dikabarkan bergeser, sehingga arah kiblat juga praktis bergeser. Isu itu kini santer berembus di Jawa Tengah. Tapi untuk Kalbar tidak ada isu seperti itu,” tegas Jemaat, selaku Kemitraan Hisap Urais Rohiyat Departemen Agama Kalbar, Jumat (19/3) di ruang kerjanya.

Menurutnya, arah kiblat seperti biasanya misalnya dari Utara ke Barat garis lintangnya 67 derajat 15 menit 23,43 detik, untuk kiblat Barat ke Utara garis lintangnya 22 derajat 44 menit 36,57 detik, dan dari Utara, Timur, Selatan, Barat garis lintangnya 922 derajat 44 menit 36,5 detik. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan alat GPS (Global Positioning System). GPS dilengkapi dengan jam atom yang mempunyai ketepatan waktu satu per satu juta detik.

Lebih lanjut dia mengatakna, Kanwil Depag sudah menanyakan dengan bidang Astronomi, dan ia mengatakan Kalbar aman-aman saja. ”Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat adaikata ada pembangunan masjid, musholah, madrasah, saniwiyah, perkantoran, universitas yang ingin membangun musholah, silakan hubungi kami, kami siap turun langsung ke lapangan dengan catatan mereka harus menyiapakan dua saksi, dan membuat surat permohonan pada Kanwil Agama,” katanya.

Ketuan MUI Kalbar, H. Ahmad Jaim, di rumahya mengatakan, hal yang sama bahwa di Kalbar tidak ada pengaruhnya, artinya tidak ada perubahan arah kiblat.

Kiblat akan mengalami perubahan apabila terjadi gempa dimana,  bumi akan mengalami pergeseran, maka arah kiblat bisa saja berubah. Arah kiblat sudah ada tabelnya karena sudah diperhitungan terdahulu.

“Dengan adanya isu-isu mengenai terjadinya gempa bumi dan pergeseran kiblat diharapkan umat Islam jangan terpengaruh,” kata Ahmad.